Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Tentang hubungan guru-murid

Sketsa Iman, 14 Juli 2018

Bacaan 1:Yes 6:1-8
Bacaan Injil : Mat 10:24-33

Ulasan Kitab Suci :

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga."  (Mat 10:24-33)

Renungan :

Sebuah pengkondisian standar para murid ditetapkan oleh Yesus. Yesus mengatakan di ayat 25 bahwa para murid setidaknya mengikuti standar sang guru. Begitupun jika seorang hamba, kedudukannya sudah cukup baik jika bisa setara dengan tuannya.

Ilmu yang baik diberikan oleh para guru karena mereka memiliki pengalaman-pengalaman hidup yang baik. Mereka membagikan apa yang mereka punya sampai murid-murid menguasai sepenuhnya semuanya itu. Sementara pengaruh dan wewenang seorang tuan tidaklah tak terbatas. Mereka punya koneksi, usaha dan lingkungan pergaulan tersendiri. Nah, setidaknya bagi hamba-hamba yang baik, jika mereka meningkatkan pengaruhnya tentu tidak lari jauh dari sana.

Kitapun perlu mengingat bahwa sang Guru Agung, Yesus bukanlah sembarang Guru. Dalam bacaan sebelumnya, para murid sedang berjuang, mengikuti "praktik lapangan" pelayanan ala sang Guru. Pelayanan ini cukup menantang karena banyak orang menentang Yesus. Mau tak mau, para murid yang diberi label "pengikut Yesus" mendapatkan pengaruh yang sama.

Maka, sabda Tuhan tidak berhenti di urusan standar guru murid ini, tetapi juga penghiburan bahwa para murid berada dalam perlindungan penuh Allah, Bapa yang Mahakuasa. Ketika Yesus berkata bahwa bahkan rambut kepala terhitung semuanya, menandakan totalitas perhatian itu.

Saat ini, kita juga sudah bergabung dengan Kristus dan juga disebut : "anak-anak Allah", "murid-murid Yesus", "Tubuh Kristus". Maka dengan label setara, kita juga diajak menjadi pewarta sesuai kapasitas kita masing-masing dan percaya penuh kepada Allah.

Teladan Orang Kudus : St Bonaventura



Bonaventura artinya “untung”. St. Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany, Italia dan dibaptis dengan nama Yohanes. Bonaventura bergabung dengan Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Saudara-saudara Dina) yang pada waktu itu masih baru. St Fransiskus dari Asisi yang mendirikan Ordo Fransiskan hidup antara tahun 1181 hingga 1226. Jadi, St. Fransiskus masih hidup ketika Bonaventura lahir.

Sebagai seorang biarawan muda, Bonaventura harus meninggalkan negerinya untuk belajar di Universitas Paris di Perancis. Ia menjadi seorang penulis tentang hal-hal ketuhanan yang hebat. Kasihnya kepada Tuhan demikian besar sehingga orang memanggilnya dengan sebutan “Doctor Seraphicus”. Seraphicus artinya seperti malaikat.

Salah seorang sahabat Bonaventura yang terkenal ialah St Thomas Aquinas. Thomas bertanya kepada Bonaventura dari manakah ia mendapatkan semua hal-hal mengagumkan yang ia tulis. Bonaventura membimbing temannya itu ke meja tulisnya. Ia menunjuk sebuah salib besar yang selalu ada di atas mejanya. “Dialah yang mengatakan segalanya kepadaku. Dia-lah satu-satunya Guru-ku.” Di lain waktu, ketika sedang menuliskan kisah hidup St. Fransiskus dari Asisi, Bonaventura menjadi begitu bersemangat sehingga St. Thomas berseru: “Mari kita biarkan seorang kudus menulis tentang seorang kudus.” Bonaventura selalu bersikap rendah hati, meskipun buku-bukunya telah menjadikannya terkenal.

Pada tahun 1265, Paus Klemens IV ingin menjadikan Bonaventura seorang Uskup Agung. Tetapi, Bonaventura menyatakan keberatannya kepada Paus. Bapa Suci menghormati keputusannya. Meskipun menolak diangkat menjadi Uskup Agung, Bonaventura setuju diangkat menjadi pembesar umum Ordo Fransiskan. Tugas berat ini dilaksanakannya selama tujuhbelas tahun.

Pada tahun 1273, Beato Paus Gregorius X mengangkat Bonaventura menjadi Kardinal. Dua orang utusan Paus mendapatkan Bonaventura sedang berada di sebuah bak cuci yang besar. Ia sedang mendapat giliran tugas menggosok setumpuk panci dan wajan. Para utusan Paus menunggunya dengan sabar hingga Bonaventura selesai menggosok pancinya yang terakhir, membasuh serta mengeringkan tangannya. Kemudian para utusan itu dengan khidmat menyerahkan topi merah besar yang melambangkan jabatannya yang baru.

Kardinal Bonaventura memberikan bantuan yang amat besar kepada Paus yang pada tahun 1274 mengadakan Konsili Lyon. Thomas Aquinas wafat dalam perjalanannya menuju Konsili, tetapi Bonaventura berhasil tiba di sana. Ia memberikan pengaruh yang besar pada konsili tersebut. Tetapi, sekonyong-konyong Bonaventura wafat secara mendadak pada tanggal 14 Juli 1274 dalam usia lima puluh tiga tahun. Paus berada di sisinya ketika ia wafat. Bonaventura dinyatakan santo pada tahun 1482 oleh Paus Sixtus IV. Pada tahun 1588, Paus Sixtus V memberinya gelar Pujangga Gereja.

Doa :

Ya Allah, Berkatilah kami supaya kami belajar untuk bisa mengikuti standar pemuridan yang diajarkan oleh Yesus Kristus kepada para rasulMu. Teguhkanlah juga hati kami supaya beriman dan percaya penuh. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Kuasa Yesus

Sketsa Iman - 16 Desember 2019 Bacaan 1 : Bil 24:2-7.15-17a Bacaan Injil : Mat 21:23-27 21:23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" 21:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 21:25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 21:26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." 21:27 Lalu mereka menjawab Yesus: ...

Sketsa Iman - Meresapkan pesan kerahiman Allah dalam perumpamaan lalang dan gandum

Sketsa Iman - 24 Juli 2021 Bacaan : Kel 24 : 3 - 8 | Mat 13 : 24 - 30 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama  sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. " Renungan : Injil hari ini mengajak kita untuk melihat ilustrasi tentang waktu penghakiman yang dilakukan oleh Allah, pada akhir zaman. Apakah kita tahu kapan akhir zaman terjadi ? tidak ada yang tahu, namun saat ini kita sudah berada di zaman akhir. Karena itu, kita mesti merenungkan sungguh - sungguh apa makna dari perumpamaan yang disajikan bagi kita.  Kita mengetahui bahwa pada mulanya, Allah menciptakan seluruh isi dunia baik adanya, dan terutama manusia diciptakan Allah sungguh amat baik dan menurut gambar dan rupa Allah. Namun, di samping segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita, terdapat juga kejahatan yang seringkali menyebabkan banyak masalah dan penderitaa...

Sketsa Iman - Kehadiran Elia baru

Sketsa Iman - 14 Desember 2019  Bacaan 1 : Sir 48:1-4.9-11 Bacaan Injil : Mat 17:10-13 17:10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" 17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Renungan :  Elia merupakan tokoh besar yang dikagumi, dihormati sekaligus juga ditakuti pada zaman Perjanjian Lama, sementara itu Yohanes Pembaptis merupakan tokoh nabi dalam Perjanjian Baru. Oleh Injil yang kita baca hari ini, Yohanes Pembaptislah sang Elia baru yang hadir namun tidak dikenali oleh orang - orang. Bangsa Israel mengalami banyak perjuangan dan terdapat juga waktu yang cukup pa...

Sketsa Iman - Percaya kepada Kristus harus berbuah tindakan nyata

Sketsa Iman - 28 April 2022  Bacaan : Kis 5:27-33 | Yoh 3:31-36 Renungan :  Peristiwa penyelamatan yang dilakukan oleh Kristus telah direncanakan bagi semua umat manusia sejak awal. Semua ini dapat kita lihat polanya, jejaknya di seluruh bagian kitab suci. Allah telah merencanakan untuk mengutus putera-Nya sendiri ke dunia, yaitu Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai penebus dosa - dosa kita. Kemenangan Kristus atas maut menjadikan kita semua yang percaya kepadaNya, ikut ambil bagian dalam kemenangan itu. Kita juga sudah mendapatkan kemerdekaan kita dari dosa - dosa dan kelemahan - kelemahan kita.  Inilah sebabnya mengapa banyak sekali penekanan yang mengajak kita untuk menjadi orang beriman. Kita diajak untuk membangun relasi dengan Kristus dalam doa, membaca kitab suci supaya kita semakin mengenal karya - karya Yesus bagi kita dan keselamatanNya sendiri. Perlu waktu untuk bertumbuh dalam iman, namun itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata.  Kita sudah cukup sering me...

Sketsa Iman - Yang terkecil dalam kerajaan Sorga

Sketsa Iman - 10 Desember 2020 Bacaan 1 : Yes 41 : 13 - 20 Bacaan Injil : Mat 11 : 11 - 15 11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. 11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes 11:14 dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu. 11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Renungan :  Yohanes Pembaptis merupakan seorang nabi yang sangat karismatik, ia membaptis orang - orang di sungai Yordan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Kiranya, saat ini kita bisa merenungkan pesan - pesan yang penting yang disajikan pada kita semua di masa Advent ini. Di dalam Injil dituliskan bahwa Yohanes Pembaptis tokoh besar, namun yang...