Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sletsa Iman

Sketsa Iman - Melihat hangatnya kerahiman Tuhan dalam masa Advent bagi kita

Sketsa Iman - 6 Desember 2022  Bacaan : Yes 40:1-11 | Mat 18:12-14 Renungan :  Setiap penghujung tahun, kita semua diajak untuk berefleksi atas hidup kita di dalam nuansa masa Advent. Masa Advent dijalani selama 4 minggu, sementara masa Natal sendiri selama 2 minggu. Nuansa Natal memang sudah dapat kita rasakan di sekitar kita, terutama saat kita berkunjung ke tempat keramaian, banyak diputar lagu -lagu natal dan pernak pernik yang cukup identik seperti sinterklas, pohon natal dan hiasannya.  Apakah ini semua adalah Natal yang sesungguhnya ? Lalu mengapa kita , umat Katolik seperti harus menahan diri cukup lama untuk merayakan Natal yang indah bersama orang - orang terkasih ? Ini semua adalah persiapan yang mesti kita jalankan untuk menyambut sang Immanuel, dengan kesiapan yang matang dan lengkap.  Masa Advent erat kaitannya dengan persiapan diri yang mengarahkan kita untuk memiliki sikap dan semangat pertobatan sejati. Ya, lagi - lagi kita diajak untuk mengambil sik...

Sketsa Iman - Mengukur belas kasih Allah dari perjumpaan Yesus dan Matius pemungut cukai

Sketsa Iman - 21 September 2022  Bacaan :  Ef 4:1-7.11-13 | Mat 9:9-13 Renungan :  Hari ini, kita kembali dipanggil, disapa oleh Tuhan untuk mendekatkan diri kembali kepadaNya. Jika kita sedang dalam kondisi yang tidak baik - baik saja, misalnya karena sedang jatuh, sedang putus asa atau bahkan kita sedang merasa tidak layak dihadapan Tuhan, kita menerima undangan pribadi di hati kita saat ini.  Injil hari ini mengisahkan perjumpaan Matius pemungut cukai dengan Yesus. Yesus tidak menghakimi dia, dan memusuhi Matius, karena profesinya sebagai penarik pajak bagi negara penjajah, yaitu Roma pada waktu itu. Matius sudah sering menerima tekanan disana sini, dan ia menerima penolakan yang besar dari bangsanya sendiri. Namun, Tuhan tidak bertindak seperti itu. Yesus Kristus menjadi wajah kerahiman Allah yang mau memerdekakan dia dari dosa - dosa dan kelemahannya.  Ketika Yesus berkata "Ikutlah Aku", itu berdampak sangat besar. Matius yang sedang bekerja pada waktu itu ...

Sketsa Iman - Merenungkan perjalanan iman sang perwira dari kapernaum

Sketsa Iman - 12 September 2022 Bacaan : 1 Kor 11:17-26 | Luk 7:1-10 Renungan : Seorang perwira Romawi menjadi model iman yang patut kita renungkan dan teladani. Sebagai seorang pemimpin, ia seorang yang benar - benar peduli terhadap bawahannya. Sebagaimana kita ketahui bersama, yang biasanya disebut hamba - hamba adalah mereka yang hak - hak dan kebebasannya telah terampas sehingga mereka menjadi orang - orang yang tertindas. Tetapi sang perwira sangat menghargai hambanya sehingga ketika hamba itu sedang sakit, ia berupaya keras untuk memberikan pertolongan semaksimal mungkin. Selain itu, ia memiliki hubungan yang baik dengan orang - orang Yahudi. Ia pun bisa dekat dengan tua - tua bangsa Yahudi. Orang - orang yang biasa disebut sebagai tua - tua bukanlah orang tua sungguhan, tetapi para tokoh baik berusia muda maupun lanjut yang dihormati ditengah bangsa Yahudi karena kebijaksanaan , pandangan dan sikap mereka. Tentu tidak mudah, bagi seorang perwira Roma yang sedang menduduki tanah...

Sketsa Iman - Bagaimana melihat Kerajaan Surga yang sudah dekat

Sketsa Iman - 6 Juli 2022de Bacaan : Hos 10:1-3.7-8.12 | Mat 10:1-7 Renungan :  Ketika mendengarkan homili seorang Pastor atau seseorang bahwa "Kerajaan Sorga sudah dekat", yang ada dipikiran banyak orang umumnya adalah Surga yang ada setelah kematian. Artinya, Kerajaan ini belum bisa dirasakan saat ini, dan ini biasanya dikaitkan juga dengan praktik - praktik kebajikan yang buah - buahnya baru didapatkan ketika kita sudah ada di Surga itu.  Namun sebenarnya, jika kita merenungkan lebih dalam, Yesus tidak mengatakan bahwa hal ini hanya terjadi setelah kita meninggal. Malahan, seiring dengan pesan itu, Yesus mengajak para rasul-Nya agar mengusir roh - roh jahat, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan  dan mengabarkan "kabar baik / Injil" kepada domba-dombaNya, yaitu umat Israel. Dan ini artinya, kita bisa mencicipi hal - hal ini sejak dari dunia ini.  Pengusiran roh - roh jahat tidak harus dikaitkan dengan eksorsime atau kasus - kasus kerasukan saja. Berbagai peng...

Sketsa Iman - Yesus untuk semua

Sketsa Iman - 6 April 2022 Bacaan :  Dan 3:14-20.24-25.28 | Yoh 8:31-42 Renungan :  Kita semua terus menerus diajak, di bujuk dan didorong untuk semakin mencintai kitab suci. Di dalam kitab suci itulah kita menemukan suara Allah yang menyapa umatNya, kita semua.  Didalam kitab suci itu juga tersimpan rangkaian rencana keselamatan Allah yang tersusun rapi dan juga ungkapan cintaNya yang besar. Di dalam kitab suci, kita menemukan kebenaran yang sejati, bahwa Allah mau menolong kita, menyelamatkan dan membebaskan kita dari dosa - dosa dunia yang telah menyebabkan begitu banyak permasalahan.  Apa yang disampaikan oleh Yesus dalam Injil hari ini merupakan sebuah undangan bagi setiap orang untuk memiliki kehausan, dan memuaskan dahaganya dengan berusaha mencari apa yang menjadi kehendak Allah. Cara untuk mendapatkan kehendak itu ada di dalam kitab suci, tradisi suci dan magisterium Gereja. Oleh karena itu, mari kita terus menerus membangun diri kita dengan iman yang aktif....

Sketsa Iman - Yang penting kita sadari saat berdoa

Sketsa Iman - 10 Maret 2022 Bacaan : T.Es 4:10a.10c-12.17-19  | Mat 7:7-12 Renungan :  Tuhan terlibat di dalam hidup kita dalam banyak cara, baik yang dapat kita sadari dengan mudah maupun yang lebih sulit. Kita didorong dalam iman untuk percaya kepada Tuhan, dan berani mencari dan meminta pertolongan, bimbingan untuk hidup kita. Doa kepada Tuhan memampukan kita untuk terus menerus memelihara pengharapan bahwa kita sudah berada di tangan yang tepat.  Seringkali, kita malah mengalami dilema dalam menanti jawaban doa - doa kita. Banyak orang membagikan kesaksiannya, bahwa doa mereka terjawab. Namun, kita mengalami doa kita tidak dijawab Tuhan atau butuh waktu sangat lama untuk menanti jawaban itu. Orang - orang yang mengalami badai kehidupan yang berat : kehilangan pekerjaan, orang yang dikasihi, menderita kerugian baik materi maupun emosional akan sulit melangkah dalam pengharapan itu.  Saat ini, kita tidak hanya ditarik untuk sekedar menikmati keindahan sabda Tuhan :...