Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sketsa Nurani

Sketsa Iman - Pewartaan dalam bingkai teknologi informasi

Dulu, Yesus berkata agar para murid-muridNya setia mengabarkan Injil dari rumah ke rumah, dan meyakinkan orang-orang bahwa Ialah Mesias, Juruselamat dunia yang datang untuk membebaskan orang-orang dari dosa. Kabar baik disampaikan dari mulut ke mulut, lalu dilakukan dengan bantuan tulisan dan dijaga dalam lingkup komunitas agar tetap lestari hingga saat ini. Namun, belum pernah ada sebelumnya, kecanggihan teknologi yang sanggup untuk melampaui ruang dan waktu seperti sekarang ini. Seseorang di belahan dunia yang berbeda waktu sangat jauh, mampu berkomunikasi dengan orang lain dibelahan dunia lainnya tanpa perlu bertatap muka. Kabar baik bisa disampaikan kepada siapa saja, di " viral " kan dan semua dapat langsung tahu. Kemudahan dalam berkomunikasi ini adalah sarana pewartaan yang sangat efektif untuk menyampaikan kabar baik, kesaksian-kesaksian hidup akan betapa baiknya Tuhan dan karya-karya nyata para pelayan Tuhan untuk konsumsi semua orang. Terang yang hadir di du...

Sketsa Nurani - Surat cinta Yesus

Sebuah surat berwarna kuning, dibungkus rapi dan dimasukkan ke dalam amplop. Surat itu diberikan kepada masing-masing peserta ret-ret. Sesi ini adalah salah satu sesi paling bermakna yang pernah saya alami, karena disini untuk pertama kalinya saya merasa Yesus sangat rindu. Apa kabar? Aku perlu mengirimkan sepucuk surat untuk menyatakan padamu betapa Aku memperhatikan kamu. Kemarin aku melihat kamu berbincang - bincang dengan teman - temanmu. Sepanjang hari Aku menunggu berharap engkau mau bercakap - cakap denganku juga. Aku memberimu senja untuk menutup harimu dan angin sepoi - sepoi untuk menyejukkanmu dan aku menunggumu, kau tidak pernah datang. Ini menyakitkan aku tapi aku tetap mengasihimu sebab aku sahabatmu. Tadi malam aku melihat kamu tidur dan aku ingin menyentuh keningmu maka aku mencurahkan cahaya bulan ke wajahmu. Aku kembali menunggu ingin aku meluncur ke bawah supaya kita bisa berbincang - bincang. Aku punya banyak sekali hadiah untukmu ! Pagi ini kamu bangun dan terb...

Sketsa Nurani - Ilustrasi Komunitas dalam sebuah Pelayaran Kehidupan

Ada banyak macam ilustrasi yang dapat dipakai untuk menggambarkan kehidupan. Salah satu hal yang tak dapat lepas dalam kehidupan kita adalah hidup berkomunitas. Dengan berkomunitas, kita dapat bertumbuh, berkembang bersama-sama dan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Kali ini, saya mau menggambarkan dinamika dan seluk beluk berkomunitas dengan menggunakan ilustrasi sebuah pelayaran bersama, mengarungi samudera kehidupan , menuju tujuan utama hidup kita. Kita disatukan dalam 1 perahu, menuju tujuan hidup Kita pasti berangkat di satu titik, yaitu pelabuhan dan kita akan mengarah ke satu tujuan. Orang-orang yang ikut naik bersama-sama dalam perahu setidak-tidaknya memiliki komitmen untuk mau berlayar bersama-sama hingga tiba di tempat tujuan.  Perahu ini adalah komunitas kita. Tujuan adalah visi dan mereka yang ikut bersama-sama mesti mempunyai satu visi yang sama itu. Disini, laut adalah kehidupan itu sendiri yang senantiasa mampu bergelora, dengan cuaca yang kurang b...

Sketsa Nurani - Metanoia

Ada suatu waktu, saya mencoba merenungkan tentang mengapa kita, sebagai orang - orang Katolik koq punya masa khusus untuk melakukan pantang-puasa dan pertobatan. Pertanyaan yang sama, juga diajukan oleh teman-teman lain yang bukan Katolik, tentang hal spesifik ini. Pertanyaan berikutnya biasanya : "Memangnya diwaktu lain, orang-orang Katolik tidak diwajibkan untuk pantang dan puasa ?" bahkan ada yang lebih extreme, dengan sedikit bercanda " berarti 11 bulannya boleh dong buat dosa sesuka hati." Ada - ada saja leluconnya. Menelisik tentang ini semua, pada dasarnya Gereja selalu menyarankan kita untuk memiliki saat-saat teduh, dimana kita bisa merenungkan hidup harian kita. Masa bertobat sendiri juga kita lalui koq pada waktu Advent ketika menantikan kelahiran Yesus dan kedatanganNya yang kedua. Lalu, diwaktu - waktu khusus setiap minggu, kita sangat boleh untuk mengakukan dosa kita dalam sakramen pengakuan dosa. Jadi, ketika saya bertanya-tanya tentang ...

Sketsa Nurani - Lilin Kecil dan Cermin Kasih

Kali ini, saya mau membagikan dua ilustrasi sederhana. Ilustrasi ini terkait erat dengan citra diri kita, dan apa peran kita dalam kehidupan, di semua bidang hidup kita. Ilustrasi ini, dapat menjadi renungan kita bersama, agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam hidup kita. Tuhan telah menciptakan kita, dan telah menanamkan sebuah potensi luar biasa didalam diri kita masing-masing yang sifatnya seragam. Sifat seragam ini, karena kita menyerap sifat dari Allah sendiri, yang adalah Kasih, sebagaimana tertulis dalam  1 Yohanes 4: 16 : Allah adalah kasih,  dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.  Allah yang adalah kasih ini, adalah terang yang bercahaya di dalam sanubari kita. Kita adalah lilin-lilin Dunia Ketika kita memiliki niat yang tulus untuk menolong seseorang, hati kita tersentuh untuk berempati, berbuat sesuatu yang positif yang bersifat sosial dan baik, itulah ketika Tuhan sedang menyalakan api cinta...

Sketsa Nurani - Konsep kesederhanaan

Sewaktu remaja, ada waktu-waktu ketika saya seringkali mendapatkan inspirasi dari hati nurani saya tentang berbagai topik di Gereja, beberapa waktu sebelum misa hari Minggu dimulai dan ketika itu saya mendapatkan pengajaran tentang kesederhanaan. Tulisan ini tidaklah saya buat untuk mempertentangkan antara kita yang berkelimpahan  dan kita yang berkekurangan. Namun, pemikiran dan hal - hal yang saya dapatkan ini, bermula dari situ. Nantinya kita akan melihat bersama bahwa pada akhirnya, ini bukanlah persoalan kaya atau miskin. Makna kesederhanaan Dulu saya berpikir sederhana hanya milik orang-orang yang berkekurangan, karena mereka tidak bisa memiliki standar hidup yang lebih tinggi dari orang-orang yang lebih berkelimpahan. Selalu saja ada orang yang hidupnya lebih baik dari kita, dan ada orang-orang yang lebih kurang dari kita. Bagaimanapun kita melihatnya, inilah standar sosial yang sedang berlaku didunia ini yang kadang menjadi sumber pemasalahan ekonomi dunia dan ket...

Sketsa Nurani - Single zaman now

Hi singles yang dikasihi Tuhan. Ya, betul, tulisan ini untuk kita semua yang sedang menjalani masa penantian menemukan pasangan hidup, sebagai single bahagia. Saya nggak mau pake bahasa jomblo, karena katanya... "jomblo itu nasib, tapi single adalah pilihan hahaha" dan kali ini, saya mau membahas tentang gimana sih menjadi single yang positif di mata Tuhan ? Single zaman now seperti apa yang harus kita jalani ? Mari kita cek. Who Am I ? Pertanyaan seputar jati diri! Again ? Yess. Yuk kita lihat, anda siapa ? saya siapa ? Mengapa kita dilahirkan di dunia ini, dengan kondisi seperti saat ini ? Apakah ini sebuah kebetulan ? Tujuan hidupku apa ? dan seterusnya. Apapun itu, saya mau ngajak kita untuk ngecheck hidup yang diberikan oleh Tuhan. Mari berhenti sejenak dan recheck hidup kita. Yang pertama, Tuhan nggak pernah salah pilih dan asal menciptakan kita begitu saja! Kita tidak secara sengaja lahir di dunia ini, dan begitu saja.. pooof muncul tanpa suatu alasan. Tuhan ber...

Sketsa Nurani - Jika Allah penuh kasih, mengapa orang menderita ?

Kali ini saya mau membagikan pemahaman yang saya dapatkan tentang penderitaan dan kemalangan yang di alami manusia dan bagaimana saya bisa mendapatkan sebuah pola pikir yang lebih baik tentang ini. Apakah Tuhan membiarkan kecacatan, penderitaan dan ketidaksempurnaan itu begitu saja, sementara itu memberikan berkat - berkat yang melimpah buat sebagian besar orang lain ? Di manakah kasih dan keadilan Tuhan ? Saya mulai dengan sebuah keyakinan berikut, yaitu... "Semua Ciptaan Allah Baik adanya" Yup, anda tidak salah membacanya. Marilah kita melihat dalam kitab suci, terutama kisah penciptaan dunia yang ada di Kejadian 1 yaitu Allah menciptakan bumi dan segala isinya, dan Ia memandang semuanyai itu baik adanya. Khusus manusia, sedikit berbeda. Allah tidak menciptakan manusia dengan "berfirman", tetapi disitu tertulis, " Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. ...

Sketsa Nurani - Rekonsiliasi versus Penolakan

Latar belakang, Sebuah Stigma Negatif... Alkisah suatu hari, terdapat seorang penjahat yang baru saja kedapatan mencuri. Apesnya, dia mencuri disebuah kota yang para penegak hukumnya, punya cara unik menghukum para penjahat. Mereka menyiapkan besi panas berbentuk huruf "P" yang akan ditempelkan didahi orang-orang ini. Hal ini untuk menandai semua penduduk, bahwa ada penjahat-penjahat diantara mereka yang berbuat kejahatan.  Selepas dari penjara, penjahat ini dihukum seumur hidup dengan tidak lagi diterima masyarakat dengan label didahinya itu. Cerita ini saya dapatkan  sewaktu SMP dalam salah satu pelajaran agama. Guru agama saya, mengatakan bahwa " Semua manusia berdosa, dan patut dihukum oleh Allah , namun Allah tidak menghukum manusia setimpal dengan perbuatannya. Ia memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan berubah ". Saya berpikir bahwa ini adalah hukuman positif bagi para penjahat. Namun, mengejutkan bahwa guru agama saya berkata lagi, ...

Sketsa Nurani - Tentang Hati Nurani

Awal mulanya, saya memiliki kerinduan yang besar untuk dapat berbicara secara langsung kepada Tuhan. Saya begitu haus untuk bisa menerima Tuhan yang langsung bercakap - cakap dengan saya secara pribadi. Tuhan yang bisa sungguh - sungguh hadir disetiap waktu dan memberikan saya nasihat ketika saya melakukan kesalahan , menuntun saya keluar dari kesulitan , mendorong dan memberikan semangat ketika saya sedang jatuh dan sedang dalam proses berjuang. Saya tahu, cara untuk mendengarkan suara Tuhan, adalah lewat kitab suci dan doa. Tapi, kita juga tahu, terkadang dengan berdoa kita menyampaikan keinginan hati kita dan ungkapan pengharapan kita, tapi itu semua terasa hanya dari sisi kita saja karena kita tidak mudah mendengar suara Tuhan bekerja dalam diri kita. Saya berdoa dengan sungguh - sungguh, dan minta kepada Tuhan supaya saya bisa dibina. Ternyata, Tuhan mendengarkan doa saya dengan cara yang sungguh - sungguh luar biasa. Ketika itu, saya sedang sekolah SMP. Saya mendapatkan seo...