Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Praktik keagamaan yang berbobot

Sketsa Iman, 7 Juli 2018

Bacaan 1 : Am 9:11-15
Bacaan Injil : Mat 9:9-17

Ulasan Kitab Suci :

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."  (Mat 9:14-17)

Renungan :

Praktik keagamaan, menjadi aktifitas-aktifitas yang kita jalankan karena kita mau mengikuti perintah Tuhan. Dalam bacaan hari ini, terjadi perdebatan tentang hal berpuasa antara Yesus dan murid-muridNya dengan orang-orang Farisi.

Mereka mempermasalahkan karena kelompok Yesus tidak berpuasa padahal sudah dianjurkan. Tetapi Yesus tidak melanggar hukum berpuasa ini, karena Ia menambahkan bobot dan makna dari berpuasa itu sendiri.

Yesus adalah kurban Paskah yang baru, Dia adalah anak domba yang akan dikurbankan dan dalam ilustrasi ini, Dia menggambarkan situasi saat ini adalah situasi pesta pernikahan. Semua orang harus bergembira. Puasa belum diperlukan saat ini.

Barulah nanti, ketika Yesus wafat, kemudian para murid bisa berpuasa. Makna berpuasa itu sendiri mengandung nilai pertobatan, penyesalan, kepasrahan penuh kepada Tuhan. Hal ini menjadi sebuah titik tolak baru.

Nah, ayat selanjutnya Yesus berbicara tentang cara hidup yang baru. Ia menggambarkan dengan penambalan kain dan pengisian anggur di kantong kulit. Kedua ilustrasi ini punya pesan-pesan yang sama : tinggalkan hidup lama!

Praktik baru, kesadaran baru, hidup baru tidak bisa dicampurkan dengan yang lama karena maknanya berbeda jauh. Jadi, semua orang diajak untuk mengikuti jalan baru ini dengan semangat perubahan positif.

Kitapun sekarang, sudah diberikan pondasi baru ini dengan maknanya yang lebih besar. Marilah kita siapkan diri untuk berubah.

Teladan Orang Kudus : B Roger Dickenson

Ketiga martir ini hidup di Inggris dalam masa penganiayaan Gereja oleh Ratu Elizabeth I. “Tuan” Roger Dickenson adalah seorang imam sekulir yang menyamar. Ralph Milner adalah seorang suami dan ayah. Ia bekerja sebagai buruh tani dan dihantar ke dalam Gereja melalui teladan baik para tetangganya. Pada hari ia menyambut Komuni Pertama, ia dijebloskan ke dalam penjara karena ia seorang Katolik. Sipir penjara suka padanya, sebab itu penahanannya di penjara tidaklah terlalu ketat pada mulanya. Selama beberapa tahun ia “dibebaskan bersyarat” untuk mendapatkan suplai makanan dan apapun yang dibutuhkan para tahanan lainnya. Sementara dibebaskan bersyarat, ia merupakan seorang penolong yang banyak membantu “Tuan” Dickenson dan Pater Stanney, seorang Yesuit. Akhirnya, tibalah hari ketika Pater Dickenson pun ditangkap juga. Ia dan Milner dihadapkan ke pengadilan bersama-sama. Pater Dickenson diadili karena kejahatan menjadi seorang imam Katolik. Tuan Milner diadili karena membantu Pater Dickenson melaksanakan karya pelayanannya. Hakim mengarahkan pandangannya ke khalayak ramai dalam ruang pengadilan. Ia memikirkan Ny Milner dan delapan anak pasutri Milner. Ia ingin membebaskan Milner bagaimanapun caranya. “Yang perlu engkau lakukan hanyalah,” demikian katanya, “mengunjungi sebuah gereja Protestan, beberapa menit saja, untuk mengatakan bahwa engkau ada di sana. Maka, aku akan melepaskanmu agar engkau dapat bersama keluargamu.” Tuan Milner dengan tenang dan tegas menolak. Ia dan Pater Dickenson pergi dengan gagah berani menyongsong maut. Hari itu adalah tanggal 7 Juli 1591.

Martir ketiga, Lawrence Humphrey, dihantar masuk ke dalam Gereja oleh Pater Stanney, SJ. Ia tak hendak mengingkari iman yang baru saja dipeluknya. Lawrence baru berusia duapuluh satu tahun ketika ia wafat dimartir

http://yesaya.indocell.net/id230_b__roger_dickenson.htm

Doa :

Ya Allah, yang Mahakuasa, tuntunlah kami memahami makna berpuasa dan praktik keagamaan kami yang baru sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus, PuteraMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Berjuang untuk kerendahan hati

Sketsa Iman - 25 Februari 2020 Bacaan 1 : Yak 4:1-10 Bacaan Injil : Mrk 9:30-37 9:30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; 9:31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." 9:32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. 9:33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" 9:34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. 9:35 Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan...

Sketsa Iman - Kehadiran Elia baru

Sketsa Iman - 14 Desember 2019  Bacaan 1 : Sir 48:1-4.9-11 Bacaan Injil : Mat 17:10-13 17:10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" 17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Renungan :  Elia merupakan tokoh besar yang dikagumi, dihormati sekaligus juga ditakuti pada zaman Perjanjian Lama, sementara itu Yohanes Pembaptis merupakan tokoh nabi dalam Perjanjian Baru. Oleh Injil yang kita baca hari ini, Yohanes Pembaptislah sang Elia baru yang hadir namun tidak dikenali oleh orang - orang. Bangsa Israel mengalami banyak perjuangan dan terdapat juga waktu yang cukup pa...

Sketsa Iman - Diselamatkan melalui komunitas

Sketsa Iman - 1 Agustus 2019 Bacaan 1 : Kel. 40:16-21,34-38 Bacaan Injil : Mat 13:47-53 13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 13:48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 13:51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." 13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." 13:53 Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan...

Sketsa Iman - Selalu bersama Allah

Sketsa Iman - 22 Januari 2021  Bacaan 1 : Ibr 8:6-13 Bacaan Injil : Mrk 3:13-19 3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Renungan :  Pada hari ini, kita merenungkan bersama pemanggilan para murid oleh Yesus sendiri secara langsung. Dia menetapkan dua belas orang untuk menyertaiNya dan yang di utus untuk memberitakan Injil. Kitapun mengenal orang - orang ini sebagai para rasul, dengan ber...

Sketsa Iman - Memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri

Sketsa Iman, 14 Maret 2019 Bacaan 1 : Est. 4:10a,10c-12,17-19 Bacaan Injil : Mat. 7:7-12 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Renungan : Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (12) , menjadi ayat p...