Langsung ke konten utama

Anda adalah Biji Sesawi dan Ragi yang membentuk Kerajaan Allah

Maka kata Yesus:"Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung - burung di udara bersarang pada cabang - cabangnya." Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah ?  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."(Luk 13 : 18 - 21)

Bacaan 1 : Rm 8 : 18 - 25
Bacaan 2 : Luk 13 : 18 - 21

Selasa, 31 Oktober 2017 - Anda adalah Biji Sesawi dan Ragi yang membentuk Kerajaan Allah

Beberapa bulan yang lalu, seorang anggota keluarga saya baru saja pulang dari ziarah di Israel, dan dia membawakan sebuah kertas pembatas buku sederhana. Yang unik dari kertas pembatas buku itu adalah tiga biji kecil sesawi yang dilem disisinya dengan tulisan ayat kitab suci tentang iman sebesar biji sesawi. Saya baru pertama kali melihat sendiri biji ini dan memang biji ini begitu kecil.

Lalu jika anda berniat mencari ragi itu apa, ragi itu adalah zat yang menyebabkan terjadinya proses fermentasi. Ragi itu mengandung mikroorganisme dan menjadi media biakan dari mikroorganisme itu.

Ternyata kedua perumpamaan ini memiliki nilai bobot yang sama, yaitu keduanya adalah benda yang nampak begitu kecil, sederhana namun menyimpan potensi yang sangat besar untuk melakukan perubahan. Kerajaan Allah telah hadir ditengah - tengah kebisingan politik, sosial dan berbagai penderitaan dan masalah yang ada di dunia. Ketika Yesus lahir, situasi politik sedang jelek, karena Israel dijajah oleh bangsa Romawi. Ketika Ia mengajar dan tampil didepan umum, sudah ada orang - orang Farisi dan ahli - ahli Taurat yang menjadi guru bagi umat Israel

Yesus sendiri bukan raja dunia seperti Herodes, atau pejabat dan petinggi kerajaan seperti Pontius Pilatus yang menjadi Gubernur Yudea. Ia adalah seorang anak tukang kayu di dunia ini,yang lahir dikota kecil Betlehem dan dibesarkan di kota Nazareth.

Namun, Ia juga yang dinyatakan oleh Allah Bapa di Surga kemudian dengan begitu luar biasa lewat pembaptisanNya bahwa Ia adalah sungguh anak Allah dan juga karyaNya kemudian berjalan penuh kuasa. Semua yang Yesus lakukan dalam karya - karyaNya adalah perbuatan - perbuatan penuh kuasa yang luar biasa. Inilah potensi yang dilepaskan, dari seorang Putra Allah yang menjadi manusia, yang mampu menjadi penebus bagi dosa - dosa dan satu - satunya yang sungguh mampu mengalahkan maut.

Yesus juga memilih para murid untuk bekerja sama denganNya dan menujukkan bahwa mereka semua adalah biji sesawi dan juga ragi yang siap mengubah dunia. Para murid dididik sedemikian rupa, dibentuk sehingga mereka bisa menyadari potensi diri mereka, dan mereka juga melakukan perbuatan - perbuatan pelayanan yang luar biasa.

Kita ini bagian dari Kerajaan Allah, jika kita membawa kebaikan - kebaikan itu kepada orang - orang di sekeliling kita. Tak peduli, apa latar belakangmu, berapa banyak hal yang belum bisa kau lakukan, seberapa kecilnya peranmu dalam masyarakat, atau jika kau berpikir bahwa kau tidak punya bakat, sebenarnya anda semua adalah biji sesawi dan ragi bagi Kerajaan Allah yang ada didunia ini!

Kerajaan Allah itu adalah sebuah kondisi, dimana dengan karya nyata kita, kebaikan  - kebaikan mengalir.

Pada zaman Yesus, tanda- tandanya orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang lumpuh melompat seperti rusa, dan orang - orang sakit disembuhkan , semua penderitaan dilenyapkan.

Bagi kita sendiri , kita membuat orang - orang merasa dicintai, yaitu keluarga terdekat kita, mama papa, adik kakak, sahabat - sahabat merasa berarti ketika berada didekat kita. Lalu orang - orang yang kita layani di kantor, misalkan kita adalah teller bank, kita tersenyum dan melayani nasabah dengan sigap menghitung atau mencetak buku mereka. Ketika kita adalah seorang sopir bus yang membawa penumpang, kita berusaha membawa kendaraan dengan kecepatan yang wajar dan menyetir dengan konsentrasi. Ketika kita adalah penumpangnya dan mengucapkan terima kasih kepada kondektur bus yang menjaga kita didalam dari copet dan ketidakteraturan dan yang memberikan informasi.  Apapun profesi kita, besar atu kecil, kita mampu membuat perubahan yang positif bagi orang lain.

Ketika kita berusaha untuk menyadari kesalahan kita dan bangkit dari kegagalan, lalu berusaha mengembangkan potensi terbaik kita. Kita ini pada dasarnya diciptakan Tuhan baik, dan kita diberikan potensi luar biasa untuk membawa perubahan. Kuncinya adalah menyadari bahwa Allahlah yang menanam biji sesawi itu di tanah dan kondisi alam yang tepat, atau Ia juga yang mencampurkan ragi di tepung terigu. Pelaku yang mengatur tempat dimana potensi - potensi itu dapat dimaksimalkan adalah Allah sendiri.

Jadi hidup kita punya tujuan, dan kita mengembangkan kerajaan Allah dengan aktifitas kita yang terbaik sepanjang hari. Marilah kita senantiasa menyadari panggilan hidup kita ini, dan berjuang sebaik baiknya sehingga kita suatu waktu dapat menyadari, bahwa kita ternyata dapat menjadi seperti pohon yang kuat dengan cabang - cabang yang menopang kehidupan, dan ragi yang dapat mengembangkan roti yang segar dan enak.

Doa : Ya Allah Bapa yang Mahakuasa, bantulah kami mewujudkan KerajaanMu didunia ini dengan senantiasa melakukan berbagai kebaikan dengan segala daya upaya terbaik kami. Berkatilah semua usaha kami hari ini, demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Lepaskan dengki dan dendam

Sketsa Iman, 8 Februari 2019 Bacaan 1 : Ibr 13:1-8 Bacaan Injil : Mrk 6:14-29 6:14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."  6:15  Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia! " Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi  sama seperti nabi-nabi yang dahulu. "  6:16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara  berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.  6:18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  6:19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaks...

Sketsa Iman - Sekali lagi tentang Iman dan kepercayaan

Sketsa Iman, 6 Februari 2019  Bacaan 1 : Ibr. 12: 4-7,11-15 Bacaan Injil : Mrk 6 : 1 - 6 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6:6 Ia m...

Jalan Serta Yesus - Menjajal Latihan Rohani

Kabar baik buat kita semua, perbuatan - perbuatan baik dan hal-hal luar biasa yang dialami, dilakukan oleh para Kudus dan tokoh-tokoh kemanusiaan dunia, bisa dipelajari! Yup, anda sama sekali tidak salah membacanya, kebajikan - kebajikan rohani yang telah diberikan oleh Tuhan adalah rahmat yang mampu bertumbuh. Itulah sebabnya juga mengapa Tuhan Yesus mengumpamakan iman seperti sebuah biji sesawi. Biji sesawi itu paling kecil tapi butuh ditanam dan bertumbuh untuk menjadi besar dan berguna. Dalam beberapa perumpamaan, Yesus seringkali menggunakan hal-hal yang sifatnya berkembang, tidak stagnan dan tetap dan kaku. Apa yang dimaksudkan disini adalah pertumbuhan cinta kasih, pertumbuhan iman, pertumbuhan harapan ditengah-tengah kehidupan masyarakat dewasa ini. Kita semua dipanggil untuk menjawab tantangan ini, malah kita mesti berlomba-lomba dalam segala kebaikan di setiap kesempatan yang ada. Mari masuk ke arena latihan rohani Pertama, mari kita kenali medan latihan kita. Arena l...

Sketsa Iman - Meresapkan pesan kerahiman Allah dalam perumpamaan lalang dan gandum

Sketsa Iman - 24 Juli 2021 Bacaan : Kel 24 : 3 - 8 | Mat 13 : 24 - 30 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama  sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. " Renungan : Injil hari ini mengajak kita untuk melihat ilustrasi tentang waktu penghakiman yang dilakukan oleh Allah, pada akhir zaman. Apakah kita tahu kapan akhir zaman terjadi ? tidak ada yang tahu, namun saat ini kita sudah berada di zaman akhir. Karena itu, kita mesti merenungkan sungguh - sungguh apa makna dari perumpamaan yang disajikan bagi kita.  Kita mengetahui bahwa pada mulanya, Allah menciptakan seluruh isi dunia baik adanya, dan terutama manusia diciptakan Allah sungguh amat baik dan menurut gambar dan rupa Allah. Namun, di samping segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita, terdapat juga kejahatan yang seringkali menyebabkan banyak masalah dan penderitaa...

Sketsa Batin - Perumpamaan tentang Benih yang Tumbuh

Sketsa Batin - Seri Perumpamaan Yesus  BENIH YANG TUMBUH  Bacaan Injil : Mrk 4:26-29 4:26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." Pengantar Perumpamaan : Perumpamaan tentang Benih yang tumbuh ini, hanya terdapat pada Injil Markus dan tidak mempunyai paralel di Injil lain. Perumpamaan ini sebenarnya ditempatkan sebelum Perumpamaan tentang Biji Sesawi (Mrk 4:30-34). Kerajaan Allah dibandingkan dengan suatu kenyataan yang diketahui oleh orang - orang dan terjadi dalam kehidupan sehari - hari : orang...