Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Menyadari keadaan diri sendiri di hadapan Allah

Sketsa Iman, 31 Maret 2019

Bacaan 1 : Yos. 5:9a,10-12;
Bacaan 2 : 2Kor. 5:17-21
Bacaan Injil : Luk. 15:1-3,11-32


15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Renungan : 

Bacaan Minggu Prapaskah IV kali ini sangat istimewa. Disini kita menemukan bacaan yang kembali menyapa kita semua untuk mengingat ada kerinduan Allah Bapa di Surga untuk menemukan kita kembali, para pendosa ini. Masa Prapaskah adalah masa dimana kita berkabung secara rohani, dan sekaligus juga rasa syukur kita meningkat karena menyadari betapa besar pengorbanan Kristus bagi kita. 

Satu pesan yang boleh kita renungkan, diantara kekayaan makna perumpamaan ini adalah kita mesti sadar. Kesadaran si anak bungsu membuat dia terselamatkan dari kondisinya yang buruk. Ia menoleh ke tempat ayahnya dan membandingkan hidup yang indah disana dengan kondisinya. Dengan tekad yang bulat ia kembali dan sudah menyusun sendiri bagaimana ia akan menghadapi ayanya.

Disini kita juga , akan menemukan Kerahiman Allah-lah yang akan menyambut kita, bukan hukumanNya. Kita semua akan dan senantiasa adalah anak - anak Allah. Namun, apakah kita anak - anak yang hilang ? atau kita anak - anak yang sudah ditemukan kembali ? Sikap dan disposisi batin kita harus menunjukkan kerelaan untuk berubah dan kemudian berkomitmen dalam hidup baru yang Allah nyatakan bagi kita semua. 

Doa : 

Ya Allah, Bapa yang Mahakuasa, kami ini adalah anak - anakMu yang mau ditemukan kembali. Ampunilah semua kesalahan kami, dan dengan rahmatMu bimbing kami supaya senantiasa setia menjadi pengikut Kristus dan mengikuti ajaran - ajaranNya dengan setia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan Serta Yesus - Menjajal Latihan Rohani

Kabar baik buat kita semua, perbuatan - perbuatan baik dan hal-hal luar biasa yang dialami, dilakukan oleh para Kudus dan tokoh-tokoh kemanusiaan dunia, bisa dipelajari! Yup, anda sama sekali tidak salah membacanya, kebajikan - kebajikan rohani yang telah diberikan oleh Tuhan adalah rahmat yang mampu bertumbuh. Itulah sebabnya juga mengapa Tuhan Yesus mengumpamakan iman seperti sebuah biji sesawi. Biji sesawi itu paling kecil tapi butuh ditanam dan bertumbuh untuk menjadi besar dan berguna. Dalam beberapa perumpamaan, Yesus seringkali menggunakan hal-hal yang sifatnya berkembang, tidak stagnan dan tetap dan kaku. Apa yang dimaksudkan disini adalah pertumbuhan cinta kasih, pertumbuhan iman, pertumbuhan harapan ditengah-tengah kehidupan masyarakat dewasa ini. Kita semua dipanggil untuk menjawab tantangan ini, malah kita mesti berlomba-lomba dalam segala kebaikan di setiap kesempatan yang ada. Mari masuk ke arena latihan rohani Pertama, mari kita kenali medan latihan kita. Arena l...

Sketsa Iman - Cinta Allah dan bunda

Sketsa iman, 14 februari 2019 Bacaan 1: Kej 2:18-25 Bacaan Injil : Mrk 7:24-30 7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 7:29Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 7:30 ...

Sketsa Iman - Meresapkan pesan kerahiman Allah dalam perumpamaan lalang dan gandum

Sketsa Iman - 24 Juli 2021 Bacaan : Kel 24 : 3 - 8 | Mat 13 : 24 - 30 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama  sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. " Renungan : Injil hari ini mengajak kita untuk melihat ilustrasi tentang waktu penghakiman yang dilakukan oleh Allah, pada akhir zaman. Apakah kita tahu kapan akhir zaman terjadi ? tidak ada yang tahu, namun saat ini kita sudah berada di zaman akhir. Karena itu, kita mesti merenungkan sungguh - sungguh apa makna dari perumpamaan yang disajikan bagi kita.  Kita mengetahui bahwa pada mulanya, Allah menciptakan seluruh isi dunia baik adanya, dan terutama manusia diciptakan Allah sungguh amat baik dan menurut gambar dan rupa Allah. Namun, di samping segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita, terdapat juga kejahatan yang seringkali menyebabkan banyak masalah dan penderitaa...

Sketsa Batin - Perumpamaan tentang sepuluh gadis

Sketsa Batin - Seri Perumpamaan Yesus  SEPULUH GADIS Bacaan Injil : Mat 25:1-13 Pengantar Perumpamaan Perumpamaan ini disampaikan Yesus dalam kotbah Akhir Zaman untuk menjelaskan bahwa Anak Mansuia akan datang kembali dan setiap orang harus berjaga untuk menyambutnya. Perumpamaan tentang 10 gadis ini hanya terdapat pada Injil Matius. Pada awalnya Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga dengan sepuluh gadis, yang mengambil pelita untuk menyongsong mempelai laki - laki. Lima orang dikatakan bodoh dan lima lainnya bijaksana. Lima gadis bijaksana mampu melihat keadaan dengan jelas, bahwa pengantin pria bisa saja terlambat datang sementara pelita mereka mungkin tidak cukup. Oleh karena itu, mereka sudah menyediakan cadangan minyak. Sementara itu, lima gadis yang bodoh hanya mempersiapkan pelita yang bernyala itu tanpa memperhatikan bahwa pengantin pria bisa terlambat hadir. Oleh karena itulah, yang bisa menikmati perjamuan pesta bersama sang mempelai adalah lima gadis bijaksana...

Sketsa Iman - Jejak keselamatan dari keturunan Abraham

Sketsa Iman - 17 Desember 2021 Bacaan : Kej 49:2.8-10 | Mat 1:1-17 Renungan :  Silsilah Yesus Kristus yang dijadikan permulaan pada Injil Matius mau mengungkapkan bukti perjalanan janji keselamatan Allah yang tergenapi. Janji - janji itu dimulai dari Abraham, Ishak dan Yakub, leluhur bangsa Israel sendiri. Dalam perjalanannya, juga disebutkan tentang raja Daud yang juga melalui keturunannya juga terdapat janji keselamatan , bahwa Kristus / Mesias adalah anak Daud.  Memang Injil Matius ditujukan mula - mula kepada orang - orang Yahudi yang paham akan kitab Taurat dan karena itu, nuansa silsilah yang dijabarkan erat kaitannya juga dengan hukum Taurat. Kita pun diajak untuk melihat bersama - sama dalam kacamata iman, bahwa Allah telah menjanjikan keselamatan manusia sejak dahulu kala dan semuanya itu terpenuhi secara sempurna melalui Yesus Kristus.  Hari ini kita bisa merenungkan bersama - sama, apakah kita sudah cukup dekat dan mengenl Yesus Kristus, sang penyelamat di hidu...