Langsung ke konten utama

Jalan Serta Yesus - Menjalankan Resolusi tahunan rutin


Masih cukup panas serba serbi pembahasan resolusi  di awal tahun 2018. Kita dapat menemukan banyak artikel menyangkut hal ini betebaran dimana-mana. Sebagian membicarakan tips yang tepat, sementara yang lain membahas kegagalan resolusi tiap tahun. Ya, apapun itu, sebenarnya manusia memiliki keinginan kuat di dalam hatinya untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Daftar impian yang belum tercapai, potensi yang belum tergarap, peluang yang akan diambil menjadi bagian dari catatan ini dari waktu ke waktu. Namun manusia bukan penguasa segala waktu. Hal - hal masa lampau, menjadi kenangan tersendiri yang dapat dipetik manfaatnya. Masa depan tetap tak pasti sehingga arena gerak  kita adalah masa kini, yang dapat kita pakai untuk mewujudkan semua harapan kita.

Saya juga mau membagikan tulisan terkait dengan hal ini. Harapan saya, tulisan ini tidak terbatas untuk tahun 2018 saja tapi dapat dipakai setiap tahun untuk menjadi sarana yang mampu memberikan kontribusi buat kita dalam mencapai impian kita sesuai dengan kehendak Tuhan.

Mulailah dari rangkaian prioritas yang jelas

Lalu darimana sebaiknya kita mulai ? Mari mulai dengan menentukan prioritas hidup kita. Saya pernah mendapatkan pelajaran ini dari sebuah komunitas rohani yang saya ikuti. Kurang lebih prioritasnya adalah : 

1. Tuhan
2. Keluarga
3. Pekerjaan 
4. Komunitas / Pelayanan 

Saya mengajak anda jika tertarik untuk ikut serta merumuskan resolusi tahun 2018, untuk melihat rencana hidup itu berdasarkan prioritas ini. Membangun dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat dari segalanya, lalu mengatur keseimbangan hidup dari keluarga ke pekerjaan ke pelayanan dan komunitas adalah langkah awal yang bagus.

1. Hal memprioritaskan Tuhan 

Beberapa tahun terakhir, semenjak mulai bekerja, saya tak pernah berpikir untuk menyusun resolusi panjang sampai lebih dari 1 tahun. Alasannya sederhana, karena saya tidak menguasai hidup saya di masa depan. Masa depan itu ada ditangan Tuhan.

Semakin dipikir, semakin banyak kekhawatiran dihati saya karena ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Terkadang juga saya mengharapkan ingin ini, tetapi saya ternyata belum siap untuk mewujudkan hal itu. Alhasil saya menjadi kecewa dan menyesal. Maka dari itu, dasar berpikir saya adalah : "Tuhan itu Maha Kuasa, dan tentu tahu apa yang terbaik buat saya. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak akan dapat saya tanggung."

Jadi saya boleh berharap akan sesuatu, tetapi saya menyerahkan penilaian apakah itu dapat terwujud atau tidak kepada Tuhan. Percayalah, bahwa Tuhan akan menunjukkan tantangan dan persiapan yang harus kita lakukan. Tidak jadi persoalan jika ternyata kita memilih mundur atau bertahan, karena toh pilihan untuk maju atau mundur itu di tangan kita juga sebagai pelaku yang melakukan semuanya itu.

Di tangan Tuhan, prioritas hidup kita selanjutnya menjadi lebih tertata rapi dan dengan sendirinya kita bisa menyadari sebenarnya pelajaran apa yang Tuhan berikan kepada kita. Salah satu hal terbaik untuk melihat hasilnya adalah refleksi akhir tahun untuk melihat seperti apa Tuhan membentuk hidup kita sepanjang tahun.

Dalam setiap pengambilan keputusan dan niat untuk mengubah atau menyusun rencana sepanjang tahun, libatkanlah Tuhan. Rumusnya adalah :" jika sesuai dengan kehendak Tuhan".

2. Hal memprioritaskan Keluarga

Sejak kecil, saya selalu melewatkan waktu pergantian tahun bersama keluarga. Beberapa tahun terakhir, kami jalani dengan melakukan aktifitas doa bersama, bahkan belakangan ini, keluarga kecilku melakukan aktifitas pujian - penyembahan dan doa bersama disertai dengan permenungan sepanjang tahun yang sudah berlalu bagi keluargaku.

Sepanjang tahun, dukungan dan kesatuan keluarga dapat menjadi sumber kekuatan yang tak boleh disepelekan dalam hidup. Misalkan saja dari sisi finansial, keluarga yang paling sederhana sekalipun yang anggota keluarganya, misalkan anak-anaknya sudah mandiri bekerja dapat mengumpulkan uang bersama - sama sebagai tabungan keluarga yang dapat dipakai untuk tujuan bersama.

Mencintai keluarga kita juga adalah salah satu hal penting dalam hidup kita yang tidak boleh dilupakan. Keluarga bahagia adalah sumber kekuatan yang memampukan kita meningkatkan kualitas hidup di bidang yang lain. Harmonisnya keluarga dan hancurnya keluarga berefek besar terhadap semua aktifitas kita.

Libatkan keluarga dalam mengambil keputusan penting. Luangkan waktu untuk berekreasi, memiliki moment kebersamaan, tingkatkan komunikasi dan hubungan intim dengan anggota keluarga. Ucapkan syukur dan terima kasih kepada anggota keluarga secara rutin. Perbaiki hubungan yang retak dan berani melangkah untuk mengalah, memohon maaf dan memaafkan di dalam lingkungan keluarga apabila ada keretakan dan perselisihan. Ini adalah resolusi penting yang perlu selalu kita pelihara setiap waktu karena moment - moment ini tak tergantikan oleh apapun juga.

3. Hal memprioritaskan Pekerjaan

Pekerjaan adalah salah satu tugas luhur yang perlu kita perhatikan juga. Disamping Tuhan dan keluarga, pekerjaan ini berhubungan dengan bagaimana kita secara langsung ikut terlibat dalam menyumbangkan perhatian, dan bakat kita di bidang terbaik yang dapat kita ikuti. Pekerjaan adalah sarana kita berkontribusi kepada masyarakat luas.

Di awal tahun ini, pikirkanlah nilai-nilai dan potensi baru apa yang dapat dikembangkan. Ide-ide apa yang dapat disumbangkan dan kontribusi kerja seperti apa yang dapat kita bangun untuk masyarakat umum. Ingatlah bahwa hasil pekerjaan kita, sekecil apapun itu adalah perpanjangan tangan kasih kepada orang lain diujung sana.

Saya mengalami berkat Tuhan dengan peningkatan karier signifikan selama beberapa tahun bekerja di perusahaan yang sama. Kuncinya adalah siap untuk bekerja dengan sepenuh hati dan berdoa kepada Tuhan untuk pencapaian-pencapaian yang diperlukan. Ingatlah tentang perumpamaan talenta. Talenta - talenta itu berkembang didalam lingkup pekerjaan dan bukan yang lain. Jadi, gunakan waktu yang ada untuk mengasah kemampuan pribadi dan kontribusikan yang terbaik ditempat kerja kita.

Bagi saya, kunci sukses pekerjaan bukanlah seberapa besar gaji atau penghasilan yang dapat saya terima, tetapi seberapa jauh saya dapat berkembang untuk menjadi lebih baik. Fokus resolusi untuk pekerjaan adalah siap menerima tanggung jawab,dan menggali potensi yang ada.

4. Hal memprioritaskan Komunitas / Pelayanan 

Selanjutnya setelah kita berhasil menjalankan tugas kita sebagai anggota keluarga yang baik, seorang pekerja yang bijaksana dan bertanggung jawab, kita tak boleh melupakan aktifitas sosial seperti pelayanan dan bergabung di dalam komunitas.

Seseorang tidak dapat berkembang maksimal jika hanya berdiri sendiri, tetapi jika dia berada didalam lingkungan orang-orang yang bervisi dan berniat sama, kekuatannya akan berkali lipat lebih tinggi. Kelompok - kelompok ini adalah wadah terbaik untuk berkembang bersama-sama.

Saya sendiri mengalami bagaimana kekuatan komunitas ini mampu mengubah banyak hal dalam hidup saya. Pengalaman orang-orang lain menjadi kekuatan tersendiri, hal-hal yang dapat dilakukan bersama menjadi kenangan dan hal yang indah.

Cobalah untuk meningkatkan relasi kita dengan bergabung bersama komunitas yang positif sehingga kita sendiri mampu berkontribusi dan juga berkembang dengan baik bersama-sama.

Melangkahlah dalam Iman kepada Tuhan

Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita selalu mengedepankan iman kepada Tuhan dalam mengambil langkah hidup kita. Saya menonjolkan hal ini karena Bapa selalu mencintai kita anak-anakNya dan tidak akan membiarkan kita melangkah dan terjatuh ke dalam lubang. Kita akan dibimbing kepada keselamatan yang sejati.

Tak jarang, orang-orang mengatakan bahwa resolusi yang disusun menguap hanya dalam hitungan bulan, minggu dan bahkan hari. Seringkali, resolusi yang dibuat hanya indah kedengaran saja tapi sulit untuk diwujudkan. Tak jarang pula, semuanya berantakan karena ada faktor-faktor yang menghadang.

Izinkan saya menceritakan kepada anda, bagaimana saya mempercayakan keinginan hati sambil berpasrah penuh kepada Tuhan. Saya sudah sempat kuliah di Makassar 3 1/2 semester dengan nilai IPK yang cukup baik, rata-rata 3.5. Ketika itu, papi saya menginginkan saya untuk pindah ke kampus yang lebih baik. Tidak menjadi persoalan apakah itu di kota Makassar atau diluar kota Makassar. Pilihan pun jatuh ke Bandung, di kampus dengan program dual degree internasional dan nasional untuk teknologi informasi.

Saya sangat menyadari bahwa ini adalah pilihan yang sungguh sulit. Saya meninggalkan kenyamanan yang saya rasakan, seperti teman-teman baik, kelompok hobby beladiri saya yang sedang asik-asiknya, dan banyak lagi pertimbangan lain. Saya akan sendirian di Bandung dan akan menjalani hidup mandiri!

Namun saya tetap berdoa dan percaya kepada Tuhan. Puji Tuhan, saya masuk kampus dengan biaya yang lebih murah karena lulus  ujian masuk dengan nilai baik. Selanjutnya selama 3 tahun ini, saya mempunyai resolusi : "ingin menjadi mahasiswa terbaik." Ya, kedengarannya sangat ambisius, bahkan ini adalah salah satu keinginan paling berani yang pernah coba saya minta kepada Tuhan, untuk membanggakan orang tua saya.

Alhasil selama 3 tahun, saya selalu berusaha mewujudkan hal ini. Setiap kali ujian dan tugas diberikan, saya benar-benar berusaha untuk menjadikannya sempurna. Saya tahu potensi kegagalannya tinggi sekali, karena satu nilai yang jebol saja, maka hilanglah harapan saya itu. Ternyata semuanya tidak berjalan semulus yang dibayangkan, namun disinilah bagaimana saya membagikan pengalaman ini bahwa rahmat Tuhan itu sungguh nyata jika sesuai dengan kehendakNya.

Dari tahun ke tahun , skor semester saya semakin baik. Namun pada tahun ketiga, keluarga saya mengalami masalah yang tentu saja berpengaruh kepada saya sendiri. Nilai saya sempat turun, namun di semester berikutnya penyertaan Tuhan luar biasa. Saya kembali dapat tetap tekun meningkatkan nilai saya dan saya mendapatkan banyak bantuan sehingga saya benar-benar mampu lulus sebagai angkatan terbaik tahun itu dengan nilai yang tertinggi. Yang lebih luar biasa lagi adalah saya benar-benar mendapatkan orang tua saya mengalami kebanggan yang besar ketika wisuda.

Kesaksian ini saya bagikan bahwa apapun rencana hidup kita, jika itu dikerjakan bersama dengan Tuhan, hasilnya akan luar biasa sesuai dengan kehendakNya. Jadi jika anda saat ini memiliki sebuah resolusi yang besar dan kedengarannya sedikit gila, jangan khawatir. Bawalah itu kepada Tuhan dan minta bimbinganNya. Jika itu sesuai dengan kehendak Tuhan, itu akan terwujud dan jika tidak, Tuhan akan menyediakan rencana yang lebih baik. Tidak ada opsi untuk hal yang lebih buruk karena Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk kita.

Jalani dengan rasa syukur dan kewaspadaan penuh

Dan yang terakhir, tips dari saya adalah selalu waspada, selalu bersyukur. Kita tak boleh terlena dengan semua impian kita tetapi melupakan melihat keadaan sekeliling kita dan proses yang kita alami. Jika kita hanya terpaku pada mimpi kita saja, maka kita berpotensi gagal melihat kemungkinan perubahan keadaan dalam hidup kita dan berkat - berkat yang telah kita terima.

Kewaspadaan ini menghantar kita untuk pasrah dan peka terhadap kehendak Tuhan. Jika Tuhan memberikan kode belok ke kiri atau ke kanan, jangan berkeras hati untuk terus maju. Jika Tuhan meminta kita untuk stop sejenak dan mundur, kita perlu mengikutinya supaya kita tak sakit hati dan berbeban berat. Jika Tuhan meminta kita untuk maju, berani lah bergerak, karena Tuhan adalah penuntunmu. Cara Tuhan seringkali memberikan kita keinginan, pekerjaan yang besar dimana kita seringkali merasa tak sanggup atau belum cukup kuat. Hal ini lah yang membuat nama Tuhan dapat dimuliakan.

Lihatlah bagaimana Tuhan bekerja dalam kitab perjanjian lama: Daud mengalahkan Goliat dan diangkat menjadi Raja walaupun dikejar oleh Saul. Bagaimana Yusuf yang telah dibuang oleh saudara-saudaranya bisa menjadi perdana mentri Mesir. Musa yang diselamatkan dimasa penganiayaan orang Israel, malah menjadi pemimpin bangsa yang keluar dari Mesir menuju tanah terjanji.

Lihatlah bagaimana Tuhan berkarya dalam kitab perjanjian baru : Simon dibentuk Tuhan menjadi Rasul Petrus yang membangun Gereja, Saulus, orang Yahudi yang taat yang menjadi Rasul Paulus yang semangat pewartaannya luar biasa, bagaimana Yesus memberdayakan pekerjaan - pekerjaan kecil : 4 orang membawa seorang sakit dan disembuhkan, roti dan ikan seorang anak kecil dilipatgandakan untuk ribuan orang, dan banyak lagi.

Ini semua adalah tanda bahwa Tuhan sangat ingin bekerjasama dengan kita dalam resolusi hidup kita. Jadi sebenarnya, tidaklah salah jika kita memiliki program hidup. Namun yang paling tepat adalah  bagaimana kita waspada dan selalu bersyukur karena Tuhan senang juga memberikan kita kejutan - kejutan terbaik.

Marilah kita melangkah di tahun 2018 ini dan tahun - tahun selanjutnya dengan mata dan hati yang selalu terarah kepada Tuhan. Jangan berhenti di perencanaan dengan semua pertimbangan yang menakutkan, mengkhawatirkan. Berani melangkah dan tak perlu takut salah karena itu semua berada dibawah pengawasan Tuhan.

Selamat menjalani resolusi 2018. Semoga menjadi berkat bagi orang lain.


Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yer 29:11)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Tuhan memperhatikan kita masing-masing dengan kepedulian yang besar

 Sketsa Iman - 10 Feb 2023  Bacaan : Kej 3:1-8 | Mrk 7:31-37  Renungan :  Kali ini, Yesus masuk lebih dalam ke daerah - daerah non Yahudi , yaitu ke Dekapolis. Disitu Yesus juga menyembuhkan seorang yang menderita sakit tuli dan gagap. Yesus memberikan pertolongan kepadanya sesuai dengan kondisi itu. Ia tidak serta merta begitu saja langsung memulihkan pendengarannya tapi Yesus juga memperhatikan kondisi disekitarnya.  Bayangkan saja seseorang yang tidak pernah mendengarkan bunyi apapun seumur hidupnya langsung tiba - tiba disuguhkan dengan hiruk pikuk dunia secara langsung. Bisa jadi ia akan langsung terkejut dan kewalahan menghadapi situasi itu. Dan inilah yang diperhatikan oleh Yesus. Ia memperhatikan bahkan sampai detail sekecil itu, dan memilih melakukan mujizat penyembuhanNya di tempat yang sunyi dimana orang yang sakit itu bisa secara perlahan beradaptasi dengan situasinya.  Demikianlah kita semua juga dapat menyadari, bahwa Tuhan juga memiliki cara ...

Sketsa Iman - Maria dan Elisabet

Sketsa Iman, 21 Desember 2017 Bacaan 1 : Zef 3:14-18 Bacaan Injil : Luk 1: 39 - 45 Ulasan Kitab Suci :  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.   Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,   lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan    dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku   datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Renungan : Cerita tentang kabar sukacita dan kekuatan iman yang bertumbuh berlanjut lagi hari ini. Kita diajak untuk melihat percakapan pe...

Sketsa Iman - Merenungkan makna kabar gembira kepada Maria

Sketsa Iman, 20 Desember 2018  Bacaan 1 : Yes 7:10-14 Bacaan Injil : Luk 1:26-38 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampa...

Sketsa Iman - Bersama dengan Yesus

Sketsa Iman, 28 Maret 2019 Bacaan 1 : Yes 7:23-28 Bacaan Injil : Luk 11:14-23 11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. 11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." 11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 11:20 Tetapi jika Aku mengusir s...

Sketsa Iman - Membentuk latihan rohani yang baik dengan berdoa

Sketsa Iman - 20 Februari 2023 Bacaan : Sir 1:1-10 | Mrk 9:14-29 Renungan : Doa merupakan sebuah sarana yang sangat efektif dan luar biasa besar kuasanya. Lewat doa, kita bisa bertemu dengan Tuhan dari hati ke hati, dan mengungkapkan hasrat terdalam, keluh kesah kita yang tidak dapat kita sampaikan secara terbuka, dan Tuhan menyimpan semuanya secara rahasia. Doa juga membentuk keakraban dan kedekatan kita dengan Tuhan karena didalamnya, kita tidak hanya berbicara dengan Tuhan tetapi juga sekaligus mendengarkan sapaanNya dalam hidup kita. Doa jugalah yang membentuk iman kita dan membuat kita mampu menghadapi berbagai masalah, termasuk masalah - masalah yang tergolong berat, menakutkan, membebani kita. Hari ini, dalam Injil, para murid Yesus mengalami tantangan berat dalam pelayanan mereka. Mereka terpojokkan oleh pertanyaan - pertanyaan ahli - ahli Taurat, juga mereka menanggung malu dan akhirnya ribut sendiri ketika mereka tidak bisa menyembuhkan seorang anak yang kerasukah roh jahat. ...