Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Berjuang untuk taat kepada Allah dalam komunitas


Sketsa Iman - 20 Juli 2021

Bacaan : Kel 14:21-15:1  |  Mat 12:46-50

Renungan : 

Kekuatan komunitas yang sejati terletak pada kebersamaan anggotanya untuk saling mengisi, menguatkan dan melengkapi. Komunitas yang mampu bertahan diisi oleh orang - orang yang memang memiliki visi-misi dan komitmen bersama untuk menjaga tujuan itu agar tetap lestari. Seseorang bisa saja tidak memiliki ikatan darah dan kekeluargaan secara fisik, namun ketika dia memiliki minat yang sama, dorongan semangat yang sama, dia bisa bergabung dalam keluarga besar komunitas itu. 

Demikianlah juga hari ini, Injil menceritakan kepada kita tentang keluarga besar yang dibentuk oleh Yesus sendiri dari orang banyak. Ia berkata bahwa siapa saja yang melakukan kehendak Bapa di Surga adalah ibu-Nya dan saudara - saudari-Nya. Orang - orang yang percaya adalah unsur terpenting yang membentuk Gereja, dan Kristus adalah kepala-Nya.

Bunda Maria sendiri, adalah seorang yang sangat taat kepada Allah. Ia model iman semua orang percaya, karena Ia pasrah pada kehendak Allah ketika Allah menyatakan rencana-Nya kepada Maria saat akan mengandung dan melahirkan juruselamat. Sebagai ibunda Yesus, Maria juga paham akan kesibukan dan totalitas Yesus dalam melayani umat. 

Mari kita jadikan sabda Yesus tadi, sebagai target utama yang harus kita capai setiap hari. Kita menanamkan sebuah semangat bahwa, walaupun kita lemah, mudah jatuh dalam dosa dan kelemahan, namun kita tetap bersedia bangun , bangkit dan berusaha lagi untuk taat kepada Allah. 

Jika kita melakukannya seorang diri, mungkin kita perlu mempertimbangkan apakah kita bisa masuk ke dalam kelompok - kelompok rohani yang bisa menguatkan kita. Di lingkup paroki, Gereja memfasilitasi kegiatan lingkungan antar keluarga - keluarga yang rumahnya berdekatan untuk berkumpul dan berdoa bersama. 

Diluar itu, ada juga banyak komunitas - komunitas yang aktif seperti kelompok Legio Maria, PDKK (Persekutuan Doa Karismatik Katolik), WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia),  KTM (Komunitas Tritunggal Mahakudus), LOJF (Light of Jesus Family), KPA (Kelompok Pendalaman Alkitab), dll yang begitu mudah untuk memfasilitasi kita mendekatkan diri kepada Allah. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa, berilah kami rahmat untuk menerima dan mendengarkan panggilanMu agar kami senantiasa dapat bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih. Berilah kami jalanMu supaya kami dapat ikut serta bertumbuh bersama dalam wadah komunitas rohani Katolik yang dapat menguatkan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Lepaskan dengki dan dendam

Sketsa Iman, 8 Februari 2019 Bacaan 1 : Ibr 13:1-8 Bacaan Injil : Mrk 6:14-29 6:14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."  6:15  Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia! " Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi  sama seperti nabi-nabi yang dahulu. "  6:16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara  berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.  6:18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  6:19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaks...

Sketsa Iman - Sekali lagi tentang Iman dan kepercayaan

Sketsa Iman, 6 Februari 2019  Bacaan 1 : Ibr. 12: 4-7,11-15 Bacaan Injil : Mrk 6 : 1 - 6 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6:6 Ia m...

Sketsa Iman - Yesus ada sebelum Abraham

Sketsa Iman, 11 April 2019 Bacaan 1 : Kej 17:3-9 Bacaan Injil : Yoh 8:51-59 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" 8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan A...

Sketsa Iman - Meresapkan pesan kerahiman Allah dalam perumpamaan lalang dan gandum

Sketsa Iman - 24 Juli 2021 Bacaan : Kel 24 : 3 - 8 | Mat 13 : 24 - 30 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama  sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. " Renungan : Injil hari ini mengajak kita untuk melihat ilustrasi tentang waktu penghakiman yang dilakukan oleh Allah, pada akhir zaman. Apakah kita tahu kapan akhir zaman terjadi ? tidak ada yang tahu, namun saat ini kita sudah berada di zaman akhir. Karena itu, kita mesti merenungkan sungguh - sungguh apa makna dari perumpamaan yang disajikan bagi kita.  Kita mengetahui bahwa pada mulanya, Allah menciptakan seluruh isi dunia baik adanya, dan terutama manusia diciptakan Allah sungguh amat baik dan menurut gambar dan rupa Allah. Namun, di samping segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita, terdapat juga kejahatan yang seringkali menyebabkan banyak masalah dan penderitaa...

Sketsa Iman - Sigap meraih kesempatan pertumbuhan dari Tuhan

Sketsa Iman, 27 Juli 2018 Bacaan 1: Yer. 3:14-17 Bacaan Injil : Mat 13:18-23 Ulasan Kitab Suci :  13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada y...