Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Tempat pelayanan

Sketsa Iman - 18 Oktober 2019

Bacaan 1 : 2 Tim 4:10-17b
Bacaan Injil : Luk 10:1-9

10:1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 10:4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
Renungan :

Tujuh dan sepuluh adalah angka sempurna yang melambangkan kepenuhan. Jadi jika digambarkan bahwa Yesus mengutus tujuh puluh murid juga secara simbolis diandaikan sebagai sebua sikap total untuk mewartakan Injil. Hal ini juga sesuai dengan arahan dari Yesus : tidak perlu membawa pundi - pundi atau bekal atau kasut dan tidak perlu menegur siapapun selama dalam perjalanan untuk kelancaran mewartakan. Disamping ini mengajak para murid untuk bergantung pada buah - buah pelayanan mereka, Tuhan juga menginginkan setiap orang melangkah dengan ringkas dan ringan dalam melayani.

Kitapun saat ini diajak untuk memahami dua hal ini. Kita tidak melayani sesama karena berharap akan mendapatkan hiburan - hiburan tertentu, dan kita juga tidak harus menonjolkan semua yang kita punya sampai - sampai tidak praktis. Kita harus fleksible sesuai dengan kondisi yang ada. Yang kedua, semakin kita rajin melayani sesama, semakin banyak juga rahmat dan pelajaran - pelajaran yang berharga yang kita terima.

Para murrid, mau tak mau harus berusaha untuk mewartakan dengan baik, karena mereka tidak membawa bekal apapun. Mereka justru tergantung dari belas kasih orang-orang yang diwartakan. Tentang hal ini, Yesus berpesan untuk tidak pindah - pindah rumah. Artinya, jangan mencari kenyamanan sendiri. Misalkan di tempat A, kita bisa melayani dengan baik namun disitu dalam petemuan rutin, tidak disuguhkan makanan karena mereka yang hadir kesulitan menyediakan. Sebaliknya, di tempat B justru semuanya melimpah. Nah disinilah kita diuji, mana yang akan kita pilih.

Bukan berarti di tempat B tidak boleh, namun alasan tentang mengapa kita memilih B itulah yang menentukan sikap hati kita dimata Tuhan. Kita semua diajak untuk siap sedia melayani apapun dan bagaimanapun kondisinya. Dan yang terpenting diatas semuanya, kita mengingat bahwa pelayanan ini adalah milik Tuhan. Seperti halnya para utusan negara yang mewakili negara dan kelompoknya, kitapun adalah perwakilan Tuhan bagi sesama. Kita wajib menjaga hal - hal itu.

Doa :

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa, berilah kami kelapangan hati untuk selalu siap sedia dalam melayani Engkau melalui sesama kami. Biarlah kami tidak tebang pilih , hanya untuk melihat apa yang nyaman bagi kami, tetapi juga apa yang penting dan sesuai dengan kehendakMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Kuasa Yesus

Sketsa Iman - 16 Desember 2019 Bacaan 1 : Bil 24:2-7.15-17a Bacaan Injil : Mat 21:23-27 21:23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" 21:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 21:25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 21:26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." 21:27 Lalu mereka menjawab Yesus: ...

Sketsa Iman - Keindahan berdoa

Sketsa Iman - 7 Oktober 2020 Bacaan 1 : Gal 2:1-2.7-14 Bacaan Injil : Luk 11:1-4 11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 11:2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. 11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya 11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." Renungan :  Berdoa adalah aktifitas rohani yang kita jalankan antara kita dan Allah Bapa di Surga. Doa ini adalah aktifitas kita berdialog dengan Allah, kita menyampaikan rasa syukur, penghormatan, ungkapan kepasrahan dan kekaguman kepada Allah sekaligus juga niat - niat hati dan usaha kita yang kita tunjukkan kepada Bapa di Surga te...

Sketsa Iman - Yang terkecil dalam kerajaan Sorga

Sketsa Iman - 10 Desember 2020 Bacaan 1 : Yes 41 : 13 - 20 Bacaan Injil : Mat 11 : 11 - 15 11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. 11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes 11:14 dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu. 11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Renungan :  Yohanes Pembaptis merupakan seorang nabi yang sangat karismatik, ia membaptis orang - orang di sungai Yordan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Kiranya, saat ini kita bisa merenungkan pesan - pesan yang penting yang disajikan pada kita semua di masa Advent ini. Di dalam Injil dituliskan bahwa Yohanes Pembaptis tokoh besar, namun yang...

Sketsa Iman - Meresapkan pesan kerahiman Allah dalam perumpamaan lalang dan gandum

Sketsa Iman - 24 Juli 2021 Bacaan : Kel 24 : 3 - 8 | Mat 13 : 24 - 30 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama  sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. " Renungan : Injil hari ini mengajak kita untuk melihat ilustrasi tentang waktu penghakiman yang dilakukan oleh Allah, pada akhir zaman. Apakah kita tahu kapan akhir zaman terjadi ? tidak ada yang tahu, namun saat ini kita sudah berada di zaman akhir. Karena itu, kita mesti merenungkan sungguh - sungguh apa makna dari perumpamaan yang disajikan bagi kita.  Kita mengetahui bahwa pada mulanya, Allah menciptakan seluruh isi dunia baik adanya, dan terutama manusia diciptakan Allah sungguh amat baik dan menurut gambar dan rupa Allah. Namun, di samping segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita, terdapat juga kejahatan yang seringkali menyebabkan banyak masalah dan penderitaa...

Sketsa Iman - Perhatian penuh kepada Allah

Sketsa Iman -  8 Oktober 2019 Bacaan 1 : Yun 3:1-10 Bacaan Injil : Luk 10:38-42 10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Renungan :  Hari ini kita mau merenungkan bersama kisah tentang perjumpaan antara Yesus dengan Marta dan Maria. Marta disebut menerima Yesus di rumahnya, artinya dia-lah sang tuan rumah y...