Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Allah yang sangat peduli

Sketsa Iman - 27 Juni 2020

Bacaan 1 : Rat 2:2.10-14.18-19
Bacaan Injil : Mat 8:5-17

8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." 8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." 8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. 8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, 8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." 8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. 8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. 8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Renungan : 

Kisah - kisah yang kita baca dalam Injil hari ini menyuarakan hal yang sama, yang penting untuk kita renungkan dan teladani bersama, yaitu iman manusia dan kuasa Allah yang tanpa batas. Seorang perwira, datang kepada Yesus untuk memohon penyembuhan bagi hambanya. Dia seorang Romawi tetapi tidak malu dan sungkan untuk meminta pertolongan Yesus, dan ia ternyata memiliki iman yang besar. Walaupun seorang asing, dan bahkan sebenarnya seorang penjajah bagi bangsa Yahudi, Yesus mengatakan kepadanya bahwa akan tiba waktunya orang - orang akan bersatu dalam 1 Kerajaan Surga. Yesus memberikan sambutan hangat bagi perwira ini. Dengan demikian, keselamatan terbuka bagi semua orang.

Lalu ada juga kasus khusus lain, ibu mertua Petruslah yang demam. Petrus adalah salah satu rasul Kristus, muridNya yang terdekat dan Yesus juga menyembuhkannya. Dituliskan juga disitu hingga malam hari, banyak orang yang kerasukan setan dibebaskan, dan orang - orang yang sakit disembuhkan. Sungguh tepat bacaan hari ini ditutup dengan firman dari nabi Yesaya : " Yesuslah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Tuhan Yesus akan selalu membuka tanganNya untuk menyambut kita semua, apapun kondisi kita saat ini. Yang penting dan harus kita pelihara adalah bagaimana menumbuhkan iman untuk percaya bahwa tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan. Kita perlu seperti orang banyak, berani meminta pertolongan Yesus dan kita juga bisa mencontoh sikap perwira yang memohon bagi kesembuhan orang lain, dalam hal ini hambanya sendiri.

Marilah kita menggunakan anugerah terindah yang dapat menjangkau Tuhan setiap waktu, yaitu kekuatan doa. Ada banyak pejabat dan tokoh - tokoh penting di dunia ini, seberapa mudah mereka dapat kita temui setiap saat  ? Disini ada Tuhan, Allah yang Mahakuasa, begitu dekat dengan kita. Ia hanya sejauh doa, dan bahkan ketika kita kekurangan iman, kita bisa meminta pertolongan Tuhan untuk menambahkan iman kita. Kita juga bisa saling mendoakan, dan ita bisa meminta pertolongan para Kudus di Surga untuk mendoakan kita. 

Jadi, apa lagi yang kita tunggu ? marilah sejenak kita mau meluangkan waktu sedikit saat ini untuk datang dan mempersembahkan kepada Tuhan apa yang kita kerjakan. Kita bagikan seluruh rencana, rutinitas kita, harapan kita, impian kita , orang - orang terdekat kita dan juga seluruh masalah - masalah kita. Kita letakkan itu dihadapan Tuhan yang selalu mau mendengarkan kita, dan lihatlah apa yang akan diberikan Tuhan sebagai jawabanNya kepada kita. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa, pandanglah diri kami masing - masing, yang datang kepadaMu saat ini. Kami mohon rahmat iman untuk percaya dan setia kepadaMu. Kami mohon supaya Engkau menguatkan kami dalam perjalanan hidup kami. Hiburlah hati kami jika kami bersedih , kecewa dan singkirkanlah segala rasa takut, belenggu dan penghalang kami. Berilah kami pengharapan dan tuntunlah kami dalam menjalani seluruh aktifitas kami. Lindungilah orang - orang yang kami kasihi, dan berilah kami semangat pertumbuhan yang positif. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Lepaskan dengki dan dendam

Sketsa Iman, 8 Februari 2019 Bacaan 1 : Ibr 13:1-8 Bacaan Injil : Mrk 6:14-29 6:14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."  6:15  Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia! " Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi  sama seperti nabi-nabi yang dahulu. "  6:16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara  berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.  6:18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  6:19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaks...

Kita dibenarkan karena Iman

Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah  telah dinyatakan, seperti yang disaksikan  dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah  karena iman dalam Yesus Kristus  bagi semua orang yang percaya.  Sebab tidak ada perbedaan.  Karena semua orang telah berbuat dosa  dan telah kehilangan kemuliaan Allah,  dan oleh kasih karunia  telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan  dalam Kristus Yesus.  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian  karena iman, dalam darah-Nya  Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan  dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.  Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.  Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah?  Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasa...

Sketsa Iman - Sekali lagi tentang Iman dan kepercayaan

Sketsa Iman, 6 Februari 2019  Bacaan 1 : Ibr. 12: 4-7,11-15 Bacaan Injil : Mrk 6 : 1 - 6 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6:6 Ia m...

Kewaspadaan

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang - orang yang  menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengtok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba - hamba yang didapati tuannya berjaga - jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. (Luk 12 : 35 - 38) Bacaan 1 : Rm 5:12,15b,17-19,20b - 21 Bacaan 2 : Luk 12 : 35 - 38 Selasa, 24 Oktober 2017 - Kewaspadaan Hari ini, Yesus berbicara mengenai suatu sikap kewaspadaan. Penggambarannya adalah tentang seorang hamba yang bersiap - siap menunggu kedatangan kembali tuan rumahnya dari pesta pernikahan. Mereka tentu harus siap sedia untuk peka mendengarkan suara orang datang, lalu melangkah dan membukakan pintu, dan menyiapkan berbagai hal yang diperlukan dengan pelayanan yang ok punya. Di bagian yang pertam...

Sketsa Nurani - Kado Berlapis dan Rasa Syukur Tiada Henti

Saya flashback kembali ke rekoleksi pertama saya di Malino, dekat kota Makassar. Ketika itu, saya masih SMP dan rohani saya bertumbuh paling pesat karena di sinilah saya mendapatkan pelajaran - pelajaran paling berharga dalam hidup saya. Salah satu sesi yang paling berkesan, adalah sesi tentang "Kado Dari Tuhan".  Saya mau membagikan inti sari dari sesi ini dan apa yang saya dapatkan darinya, dan saya berharap semoga ini dapat membawa anda kepada suatu sikap rasa syukur tanpa putus dan henti di segala waktu anda.  Kapankah hari ulang tahun anda? Kapankah anda terakhir kali menerima Kado dan kejutan - kejutan indah dari sahabat dan orang - orang terdekat anda? Bagaimana rasanya? Pasti sangat berkesan. Tahukah anda, bagi Tuhan... setiap hari itu bagaikan ulang tahun anda! Karena itu, setiap hari ada kado - kado dari Tuhan. Ya, ada lebih dari satu kado di sana, dan Tuhan mengharapkan anda membuka semuanya. Ketika membukanya, harus fokus dan benar - benar teliti, jangan ...