Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Kehadiran Roh Kudus

Sketsa Iman, 28 Mei 2019

Bacaan 1 : Kis 16:22-34
Bacaan Injil : Yoh 16:5-11

16:5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? 16:6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. 16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Renungan : 

Hari ini, kita menemukan Sabda Yesus yang menguatkan kita. Ia berkata bahwa Ia akan kembali kepada Bapa yang telah mengutus-Nya. Kita memahami peristiwa ini sebagai peristiwa Kenaikan Yesus ke Surga, yang beberapa hari ke depan akan kita peringati. Sebagai antisipasi akan hal itu, Yesus berkata bahwa Ia akan memberikan Penghibur untuk kita semua. Penghibur ini bukan Penghibur biasa. Ialah Roh Kudus, Pribadi Allah yang membimbing kita semua.

Mula - mula Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Apabila hati kita diperbaharui oleh Roh Kudus, maka yang pertama dilakukanNya adalah menghantarkan kita kepada pertobatan. Kalau kita mau dibawa lebih dekat kepada Allah yang Kudus, maka kita pun diundang untuk menjadi Kudus. Setelah itu Roh Kudus akan diam didalam kita dan akan berkarya bersama kita.

Perlahan tapi pasti, setiap orang yang percaya kepada Tuhan, akan dibimbing untuk semakin mengenal Allah dalam hidupnya dan semua ini dituntun oleh sang Penghibur dengan gaya dan caraNya yang unik.  Kehadiran Roh Kudus bisa kita simak dalam bacaan - bacaan selama masa Paskah ini, utamanya dari Kisah Para Rasul. Roh Kudus sungguh bekerja di dalam diri para murid, teristimewa juga dalam diri Rasul Paulus yang memberitakan Injil ke banyak tempat.

Dewasa ini, kehadiran Roh Kudus masih relevan dan nyata. Ialah Roh yang menguatkan hati kita untuk senantiasa merindukan Tuhan. Kita seringkali menganggap bahwa Roh Kudus itu tidak ada, suatu "konsep" yang abstrak, sulit dimengerti dan mungkin hanya dirasakan sebagai pengalaman membahagiakan yang dirasakan para Rasul di hari Pentakosta.

Kenyataannya, para Kudus Gereja, mampu menjadi teladan, dan melakukan hal - hal luar biasa itu karena bimbingan Roh Kudus. Kenyataannya pula, Gereja bisa diperbaharui, berkembang , bertahan juga karena karya Roh Kudus. Kenyataannya, saat ini banyak orang mengalami pembaharuan di dalam Roh, dan merasa hidupnya diberkati : khusyuk dalam doa, menyukai membaca kitab suci dan rajin mengikuti Ekaristi dan mencintai sakramen - sakramen Gereja. Perubahan total seseorang sungguh dapat terjadi lewat kehadiran Roh Kudus

Doa : 

Ya Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus, kami bersyukur dan berterima kasih atas segala kasih dan rahmat yang telah Engkau berikan kepada kami hingga saat ini. Hari ini kami belajar tentang sang Penghibur, yang akan mengisafkan kami dari dosa, menuntun kami dalam kebenaran  dan menguatkan kami dalam pengharapan. Semoga dengan kesadaran ini, kami boleh membuka diri supaya bisa diperbaharui oleh Roh Kudus dan segala karya, tindakan dan pemikiran kami boleh berkenan kepada Allah. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Lepaskan dengki dan dendam

Sketsa Iman, 8 Februari 2019 Bacaan 1 : Ibr 13:1-8 Bacaan Injil : Mrk 6:14-29 6:14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."  6:15  Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia! " Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi  sama seperti nabi-nabi yang dahulu. "  6:16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara  berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.  6:18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  6:19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaks...

Sketsa Iman - Sekali lagi tentang Iman dan kepercayaan

Sketsa Iman, 6 Februari 2019  Bacaan 1 : Ibr. 12: 4-7,11-15 Bacaan Injil : Mrk 6 : 1 - 6 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6:6 Ia m...

Sketsa Iman - Yesus ada sebelum Abraham

Sketsa Iman, 11 April 2019 Bacaan 1 : Kej 17:3-9 Bacaan Injil : Yoh 8:51-59 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?" 8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami, 8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan A...

Sketsa Iman - Meresapkan pesan kerahiman Allah dalam perumpamaan lalang dan gandum

Sketsa Iman - 24 Juli 2021 Bacaan : Kel 24 : 3 - 8 | Mat 13 : 24 - 30 "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama  sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku. " Renungan : Injil hari ini mengajak kita untuk melihat ilustrasi tentang waktu penghakiman yang dilakukan oleh Allah, pada akhir zaman. Apakah kita tahu kapan akhir zaman terjadi ? tidak ada yang tahu, namun saat ini kita sudah berada di zaman akhir. Karena itu, kita mesti merenungkan sungguh - sungguh apa makna dari perumpamaan yang disajikan bagi kita.  Kita mengetahui bahwa pada mulanya, Allah menciptakan seluruh isi dunia baik adanya, dan terutama manusia diciptakan Allah sungguh amat baik dan menurut gambar dan rupa Allah. Namun, di samping segala kebaikan yang Allah berikan kepada kita, terdapat juga kejahatan yang seringkali menyebabkan banyak masalah dan penderitaa...

Sketsa Iman - Sigap meraih kesempatan pertumbuhan dari Tuhan

Sketsa Iman, 27 Juli 2018 Bacaan 1: Yer. 3:14-17 Bacaan Injil : Mat 13:18-23 Ulasan Kitab Suci :  13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada y...