Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Sukacita Yesus kepada para murid yang mewartakan kabar gembira


Sketsa Iman - 1 Desember 2020 

Bacaan 1 : Yes 11:1-10

Bacaan Injil : Luk 10:21-24

10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Renungan : 

Jika kita mundur sedikit dari bacaan hari ini, Lukas 10 : 17 - 20 menceritakan bagaimana para murid telah berhasil melaksanakan tugas perutusan yang diberikan Yesus. Dituliskan di situ bahwa setan - setan takhluk dalam nama Yesus, dan Yesus merespon dengan mengatakan bahwa Ia melihat iblis jatuh dari langit. Yesus juga meminta kepada para murid untuk bersukacita karena nama mereka terdaftar di Surga. 

Atas hal inilah, kita mendapatkan bacaan yang indah hari ini dimana Yesus bergembira dalam Roh Kudus dan menyatakan syukurNya kepada Bapa. Apa saja yang disyukuri Yesus ? Ia bersyukur karena semua hal yang dilakukan oleh Allah, dinyatakan kepada orang - orang kecil.  

Hal - hal yang disembunyikan in merupakan kekuasaan Allah yang dinyatakan kepada para murid sebagai utusan Yesus. Yesus pun dengan begitu menunjukkan hubungan antara para murid dengan Yesus dan Yesus dengan Allah dalam perutusan ini. 

Kita melihat bahwa para murid mendapatkan kuasa dari Yesus. Yesus menyatakan bahwa Ia juga adalah utusan Allah dan siapa yang menolak Yesus juga menolak Allah. Iapun berbicara tentang kesatuan antara diriNya dengan Allah, Bapa di Surga. Pengertian ini yang diterima oleh para murid, dan sekarang oleh kita semua, umat beriman merupakan alasan Yesus mengatakan "berbahagialah..."

Dalam hidup kita sehari - hari, kita senantiasa berusaha untuk mencari pertolongan Allah dan merasakan kehadiranNya yang nyata. Kita berdoa, kita membaca kitab suci, kita bersyukur supaya kita bisa menjalin relasi dengan Allah. Lalu bagaimana Allah menyatakan diriNya kepada kita masing - masing ? 

Pertama, kita masih hidup didunia ini merupakan anugerah yang indah. Kita juga diberikan perlindungan, kesehatan dan rejeki untuk menjalani kehidupan harian kita. Ini semua adalah berkat dari Allah yang nyata. Allah juga mengutus kita untuk berbagi sukacita kepada sesama. Kita tahu, jika kita bersedih , kecewa, takut menghadapi masa depan, kita bisa datang kepada Allah, dan Allah mau untuk mengubah kehidupan kita. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa, kami mohon berkatMu supaya kami selalu setia dalam iman kami dan berusaha untuk melakukan kebaikan - kebaikan dalam hidup kami. Peliharalah juga iman kami senantiasa supaya kami selalu percaya kepadaMu, Allah kami yang hidup. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 

Komentar

  1. Novena Santo Yudas Tadeus

    Rasul yang amat suci, Santo Yudas Tadeus, pelayan dan sahabat Yesus yang setia, Gereja Semesta menghormati dan memohon kepadamu, sebagai penolong dari masalah-masalah yang tampaknya tidak ada harapannya, hal-hal yang tidak ada jalan keluarnya. Doakanlah aku, karena aku merasa sendirian dan tidak mempunyai penolong. 


    Aku mohon padamu, gunakanlah kekuatan khusus yang diberikan kepadamu untuk memberikan padaku bantuan nyata dan sesegera mungkin disaat aku merasa bantuan itu hampir tidak ada. Dampingilah aku dalam kebutuhanku yang mendesak ini sehingga aku boleh menerima penghiburan dan bantuan Surgawi atas semua kebutuhanku, masalah dan penderitaanku, khususnya .......... (sebutkan permintaan anda) dan sehingga aku akan memuji Tuhan bersamamu dan semua orang terpilih selamanya. Aku berjanji, oh Santo Yudas Tadeus untuk selalu mengingat bantuan besar ini, untuk selalu menghormati sebagai Rasul yang istimewa dan perkasa diantara kedua belas Rasul lainnya dan untuk meningkatkan devosi kepadamu.


    Semoga Hati Yesus yang Mahakudus selalu dihormati, dicintai disemua Tabernakel sampai akhir zaman.

    Semoga Hati Yesus yang Mahakudus dihormati dan dimuliakan sekarang dan selama-lamanya.

    Santo Yudas Tadeus doakanlah aku dan dengarlah doaku.


    Terberkatilah Hati Kudus Yesus.

    Terberkatilah Hati Maria yang tak bernoda.

    Terberkatilah Santo Yudas Tadeus.

    Diseluruh bumi dan selalu disepanjang masa.

    Amin.


    Novena ini. Novena ini didoakan 6 x sehari selama 9 hari berturut-turut dan tinggalkan 9 lembar salinannya di Gereja setiap hari. Doa akan dijawab pada hari ke 9 atau sebelumnya dan belum pernah gagal. Anda akan menerima intensi anda sebelum hari ke-9 berlalu tidak peduli bagaimana mustahilnya doa anda akan dijawab. jgn lupa SHARE!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Tuhan memperhatikan kita masing-masing dengan kepedulian yang besar

 Sketsa Iman - 10 Feb 2023  Bacaan : Kej 3:1-8 | Mrk 7:31-37  Renungan :  Kali ini, Yesus masuk lebih dalam ke daerah - daerah non Yahudi , yaitu ke Dekapolis. Disitu Yesus juga menyembuhkan seorang yang menderita sakit tuli dan gagap. Yesus memberikan pertolongan kepadanya sesuai dengan kondisi itu. Ia tidak serta merta begitu saja langsung memulihkan pendengarannya tapi Yesus juga memperhatikan kondisi disekitarnya.  Bayangkan saja seseorang yang tidak pernah mendengarkan bunyi apapun seumur hidupnya langsung tiba - tiba disuguhkan dengan hiruk pikuk dunia secara langsung. Bisa jadi ia akan langsung terkejut dan kewalahan menghadapi situasi itu. Dan inilah yang diperhatikan oleh Yesus. Ia memperhatikan bahkan sampai detail sekecil itu, dan memilih melakukan mujizat penyembuhanNya di tempat yang sunyi dimana orang yang sakit itu bisa secara perlahan beradaptasi dengan situasinya.  Demikianlah kita semua juga dapat menyadari, bahwa Tuhan juga memiliki cara ...

Sketsa Iman - Maria dan Elisabet

Sketsa Iman, 21 Desember 2017 Bacaan 1 : Zef 3:14-18 Bacaan Injil : Luk 1: 39 - 45 Ulasan Kitab Suci :  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.   Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,   lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan    dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku   datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Renungan : Cerita tentang kabar sukacita dan kekuatan iman yang bertumbuh berlanjut lagi hari ini. Kita diajak untuk melihat percakapan pe...

Sketsa Iman - Merenungkan makna kabar gembira kepada Maria

Sketsa Iman, 20 Desember 2018  Bacaan 1 : Yes 7:10-14 Bacaan Injil : Luk 1:26-38 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampa...

Sketsa Iman - Bersama dengan Yesus

Sketsa Iman, 28 Maret 2019 Bacaan 1 : Yes 7:23-28 Bacaan Injil : Luk 11:14-23 11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. 11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." 11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 11:20 Tetapi jika Aku mengusir s...

Sketsa Iman - Membentuk latihan rohani yang baik dengan berdoa

Sketsa Iman - 20 Februari 2023 Bacaan : Sir 1:1-10 | Mrk 9:14-29 Renungan : Doa merupakan sebuah sarana yang sangat efektif dan luar biasa besar kuasanya. Lewat doa, kita bisa bertemu dengan Tuhan dari hati ke hati, dan mengungkapkan hasrat terdalam, keluh kesah kita yang tidak dapat kita sampaikan secara terbuka, dan Tuhan menyimpan semuanya secara rahasia. Doa juga membentuk keakraban dan kedekatan kita dengan Tuhan karena didalamnya, kita tidak hanya berbicara dengan Tuhan tetapi juga sekaligus mendengarkan sapaanNya dalam hidup kita. Doa jugalah yang membentuk iman kita dan membuat kita mampu menghadapi berbagai masalah, termasuk masalah - masalah yang tergolong berat, menakutkan, membebani kita. Hari ini, dalam Injil, para murid Yesus mengalami tantangan berat dalam pelayanan mereka. Mereka terpojokkan oleh pertanyaan - pertanyaan ahli - ahli Taurat, juga mereka menanggung malu dan akhirnya ribut sendiri ketika mereka tidak bisa menyembuhkan seorang anak yang kerasukah roh jahat. ...