Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Setia pada perkara - perkara kecil


Sketsa Iman - 1 Oktober 2020 

Bacaan 1 : Yes 66:10-14b

Bacaan Injil : Mat 18: 1- 5

18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

Renungan : 

Bacaan hari ini sangat erat kaitannya dengan sebuah metode rohani yang sangat bagus untuk kita semua resapkan dan ikuti. Seorang Theresia Lisieux menjadi tokoh teladan yang membuka jalan bernama "jalan kecil". Jalan kecil ini merupakan jalan yang cukup sederhana dan mampu diikuti semua orang. 

Theresia Lisieux bergabung masuk ke biara Karmel dan disana dia menjalani hidup keseharian yang biasa - biasa pula, dan walaupun kemudian diangkat menjadi santa, seorang kudus Gereja tapi Theresia mewariskan kepada kita semua teladan dan cara hidup yang positif. 

Ia mengajarkan kepada kita semua, bagaimana caranya melakukan hal - hal biasa dalam hidup kita namun dengan cara yang luar biasa. Theresia menggunakan kesehariannya itu untuk mempersembahkan kepada Tuhan. Karena ini dilakukan bagi Yesus yang sangat dikasihi, diapun melakukan yang terbaik bahkan ketika itu semua adalah hal - hal yang tidak menyenangkan.

Dalam hidup kita masing - masing, kita tidak selalu menghadapi hal - hal yang besar. Tidak semua dari kita menjadi pejabat atau tokoh - tokoh penting, namun kontribusi - kontribusi kecil kita tetap berarti bagi sesama. Dewasa ini kita harus bisa mengembangkan sikap belarasa yang tinggi terhadap sesama.

Bahkan hal sederhana seperti berani untuk "Minta tolong", "terima kasih" dan "mohon maaf" sudah menjadi hal yang cukup langka saat ini untuk dilakukan. Pada akhirnya, bukanlah hal - hal besar dan luar biasa yang mesti kita latih setiap hari, tetapi langkah - langkah kecil kita untuk mengatasi baik kelemahan maupun belajar sesuatu yang baru juga akan memiliki pengaruh tersendiri untuk menjadi lebih baik. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang Maha Kuasa, kami berterima kasih atas teladan yang diberikan oleh sang bunga kecil Kristus, yaitu Theresia Lisieux yang setia dengan jalan kecilnya. Semga kami juga mau tetap setia kepada Tuhan dalam perkara - perkara kecil dan mau bersikap seperti seorang anak kecil yang percaya penuh terhadap Bapa di Surga. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Mendekati Allah sebagai Bapa kita

Sketsa Iman - 5 Maret 2020 Bacaan 1 : Tambahan Ester 4:10a.10c-12.17-19 Bacaan Injil : Mat 7:7-12 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Renungan : Kekuatan dari memberi sudah dicanangkan oleh Yesus dengan jelas lewat bacaan Injil hari ini. Yesus mengajak ki...

Sketsa Iman - Menjadi tanah yang baik dengan kebaikan

Sketsa Iman - 27 Januari 2021  Bacaan 1 : Ibr 10:11-18 Bacaan Injil : Mrk 4:1-20 4:1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berb...

Sketsa Iman - Cinta Allah dan bunda

Sketsa iman, 14 februari 2019 Bacaan 1: Kej 2:18-25 Bacaan Injil : Mrk 7:24-30 7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 7:29Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 7:30 ...

Sketsa Iman - Pandangan baru terkait Hukum Taurat

Sketsa Iman, 27 Maret 2019 Bacaan 1 : Ul. 4:1,5-9 Bacaan Injil : Mat 5:17-19 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Renungan : Injil Matius, ditulis terutama untuk kaum Yahudi yang tinggal di Israel. Karena audiensnya adalah masyarakat Yahudi yang sungguh taat pada Hukum Taurat, ada banyak penulisan yan...

Sketsa Iman - Selalu bersama Allah

Sketsa Iman - 22 Januari 2021  Bacaan 1 : Ibr 8:6-13 Bacaan Injil : Mrk 3:13-19 3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Renungan :  Pada hari ini, kita merenungkan bersama pemanggilan para murid oleh Yesus sendiri secara langsung. Dia menetapkan dua belas orang untuk menyertaiNya dan yang di utus untuk memberitakan Injil. Kitapun mengenal orang - orang ini sebagai para rasul, dengan ber...