Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Bertahan di zaman ini


Sketsa Iman - 23 Oktober 2020

Bacaan 1 : Ef 4 : 1-6
Bacaan Injil : Luk 12:54-59

12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 12:57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? 12:58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. 12:59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

Renungan : 

Menilai tanda - tanda zaman sejalan juga caranya dengan cara kita melihat tanda - tanda lahirian kehidupan, misalkan dalam hal ini tentang kemungkinan hujan atau cuaca panas terik. Tuhan memberikan kepada kita kebijaksanaan untuk melihat bahwa kita bisa mempersiapkan dan menilai segala sesuatu dengan melihat keadaan yang ada.  

Itulah sebabnya kita mengenal konsep resiko dalam berbagai hal dihidup kita.Misalnya, dokter berbicara tentang resiko keguguran dan permasalahan lainnya bagi ibu yang sedang hamil. Dibidang lain, perusahaan mempertimbangkan resiko kerugian di masa pandemi saat ini saat akan menjalankan kegiatan produksinya dan melayani masyarakat. Cara - cara untuk menanggulangi resiko biasanya dilakukan dengan membuat rambu - rambu, aturan yang jelas. 

Dalam Injl, Tuhan Yesus juga mengungkapkan hal ini ketika Dia meceritakan tentang mempertimbangkan resiko itu lewat cerita  dua orang yang sedang berselisih dan bagaimana mereka melihat resiko dan tingkat kemenangan yang bisa diraih. Jika orang itu mampu memenangkan perkara, dia bisa maju namun jika tidak, sebaiknya dari awal dia sudah berdamai dengan lawannya. 

Demikian juga kita dalam menilai zaman. Kita bisa melihat bahwa hingga saat ini, dunia tetap mengalami berbagai masalah. Bencana alam, bahkan wabah penyakit seperti Covid-19 melanda dunia, lalu peperangan masih terjadi dibanyak tempat. Orang - orang pun semakin meninggalkan Tuhan dengan cara membuang hukum - hukum yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Ada banyak praktik - praktik yang kurang menjunjung nilai kemanusiaan seperti praktik aborsi, euthanasia dan lain - lain. 

Bagi kita, sebagai umat percaya, kita mesti tetap mempertahankan iman kita, membangun dan menjalani hidup yang lebih sesuai dengan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Kuncinya adalah tetap melakukan berbagai hal dengan kasih yang besar disetiap hal yang kita lakukan. 


Doa : 

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa, kami mohon bimbinganMu supaya kami dapat bijaksana menilai kondisi zaman ini dan tetap berusaha untuk memelihara iman kami dengan baik. Semoga kami tidak mudah tergerus oleh tawaran duniawi yang menyesatkan dan juga semoga kami tetap setia melakukan kebaikan - kebaikan yang sesuai dengan kehendakMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Mendekati Allah sebagai Bapa kita

Sketsa Iman - 5 Maret 2020 Bacaan 1 : Tambahan Ester 4:10a.10c-12.17-19 Bacaan Injil : Mat 7:7-12 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Renungan : Kekuatan dari memberi sudah dicanangkan oleh Yesus dengan jelas lewat bacaan Injil hari ini. Yesus mengajak ki...

Sketsa Iman - Selalu bersama Allah

Sketsa Iman - 22 Januari 2021  Bacaan 1 : Ibr 8:6-13 Bacaan Injil : Mrk 3:13-19 3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Renungan :  Pada hari ini, kita merenungkan bersama pemanggilan para murid oleh Yesus sendiri secara langsung. Dia menetapkan dua belas orang untuk menyertaiNya dan yang di utus untuk memberitakan Injil. Kitapun mengenal orang - orang ini sebagai para rasul, dengan ber...

Sketsa Iman - Cinta Allah dan bunda

Sketsa iman, 14 februari 2019 Bacaan 1: Kej 2:18-25 Bacaan Injil : Mrk 7:24-30 7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 7:29Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 7:30 ...

Sketsa Iman - Tips berkomunitas dalam Gereja

Sketsa Iman - 11 Agustus 2021 Bacaan : Ul 34 : 1-12 | Mat 18:15 - 20  Renungan :  Bacaan hari ini, membahas serba serbi dalam Gereja sebagai komunitas umat beriman. Susunan hierarki Gereja yang kita dapatkan saat ini bukan muncul secara tiba - tiba, tetapi melalui proses pembentukan dan penyesuaian yang panjang sejak awal mulanya. Petrus, diangkat oleh Kristus sebagai pemimpin Gereja di dunia ini, dan penerusnya para Paus adalah pemimpin segenap umat Katolik yang membawa kita semua semakin dekat dan cinta akan Tuhan.  Bapa Suci, dibantu oleh para uskup , imam, biarawan dan biarawati dalam menjalankan tugas pokok pelayanan. Dari Yesus juga, mengalirlah rahmat - rahmat yang istimewa dalam bentuk sakramen bagi kita semua. Secara khusus, hari ini, Yesus mengungkapkan dasar dari sakramen pertobatan ketika Ia berkata kepada murid-muridNya, dalam hal ini para rasul : "Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan...

Sketsa Iman - Menjadi tanah yang baik dengan kebaikan

Sketsa Iman - 27 Januari 2021  Bacaan 1 : Ibr 10:11-18 Bacaan Injil : Mrk 4:1-20 4:1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berb...