Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Iman dan Akal Budi

Sketsa Iman - 3 Juli 2020

Bacaan 1 : Ef 2:19-22
Bacaan Injil : Yoh 20:24-29


Renungan : 

Hari ini, Gereja memperingati st Tomas, Rasul Kristus. Kita mendapatkan bacaan ketika Tomas dan para murid mengalami penampakan Yesus setelah kebangkitanNya. Kisah yang mudah membekas didalam pikiran kita adalah kondisi negatif bahwa Tomas kurang percaya kepada Kristus yang sudah bangkit. Ia dengan cukup keras meminta bukti dan tanda nyata, yaitu melihat luka - luka Yesus dan bahkan menyentuh luka - luka itu sebelum benar - benar percaya.

Perlu kita ingat kembali bahwa setiap murid sedang mengalami kedukaan, sampai mereka dipulihkan lewat perjumpaan dengan Kristus. Dalam kesempatan ini, Tomas tidak ikut bersama dengan para murid yang lain ketika itu, dan ia berusaha juga untuk menggunakan seluruh inderanya, seluruh akal budinya untuk memastikan ini bukan berita bohong. Disinilah kita bisa merenungkan dan belajar dari cara unik Tomas ini.

Kata - katanya "Ya Tuhanku dan Allahku" kita tunjukkan dan ikut ucapkan juga dalam perayaan Ekaristi ketika kita melihat Tuhan dalam Ekaristi kudus. Sikap dan tanggapan Tomas ketika berjumpa dengan Kristus, sungguh bisa meneguhkan kita, karena dengan imannya, ia percaya kepada Tuhan.

Saat ini, dengan pesatnya teknologi yang berkembang, sangat mudah sekali informasi - informasi yang tidak benar beredar dimana - mana. Kita kadang menjadi pihak yang membantu penyebaran informasi - informasi ini, yang sumbernya tidak diketahui apakah valid atau tidak, dan tak jarang konten yang disebarkan juga bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan. 

Disisi lain, terkadang kita juga mudah terperdaya, kehilangan kewaspadaan. Misalkan dalam kondisi COVID-19 ini, dimana setiap orang diminta ikut berperan aktif menjaga diri dari penularan dan ditularkan virus corona itu. Kita diminta untuk mengenakan masker, mencuci tangan. Hanya karena melihat bahwa kondisi sepertinya "aman - aman" saja, kita tidak mematuhi protokol kesehatan itu. Dengan melihat bahwa kenyataan ini sudah menyebar ke seluruh dunia, jika virus ini tidak ada didekat kita di lingkungan kita, bukan berarti bahaya yang ada sudah hilang. 

Kita percaya bahwa Tuhan senantiasa memperhatikan umatNya, kita yang telah menjadi anak - anakNya, namun Tuhan memberi kita juga akal budi untuk berpikir sehat dan waspada akan bahaya - bahaya yang bisa secara aktif bisa kita hindari. Mari kita tetap didalam seluruh aktifitas kita, melibatkan iman dan akal budi dalam menyembah Tuhan dan dalam interaksi dengan sesama. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa, kami belajar dari St Tomas, bagaimana kami bisa setia dengan mengedepankan iman kami. Namun kami juga tahu, kami tidak bisa hanya mengandalkan iman saja, tanpa akal budi kami turut bekerja. Curahkanlah berkat dan rahmatMu supaya kami mampu untuk mengandalkan iman dan akal budi dalam setiap hal yang kami kerjakan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Tuhan memperhatikan kita masing-masing dengan kepedulian yang besar

 Sketsa Iman - 10 Feb 2023  Bacaan : Kej 3:1-8 | Mrk 7:31-37  Renungan :  Kali ini, Yesus masuk lebih dalam ke daerah - daerah non Yahudi , yaitu ke Dekapolis. Disitu Yesus juga menyembuhkan seorang yang menderita sakit tuli dan gagap. Yesus memberikan pertolongan kepadanya sesuai dengan kondisi itu. Ia tidak serta merta begitu saja langsung memulihkan pendengarannya tapi Yesus juga memperhatikan kondisi disekitarnya.  Bayangkan saja seseorang yang tidak pernah mendengarkan bunyi apapun seumur hidupnya langsung tiba - tiba disuguhkan dengan hiruk pikuk dunia secara langsung. Bisa jadi ia akan langsung terkejut dan kewalahan menghadapi situasi itu. Dan inilah yang diperhatikan oleh Yesus. Ia memperhatikan bahkan sampai detail sekecil itu, dan memilih melakukan mujizat penyembuhanNya di tempat yang sunyi dimana orang yang sakit itu bisa secara perlahan beradaptasi dengan situasinya.  Demikianlah kita semua juga dapat menyadari, bahwa Tuhan juga memiliki cara ...

Sketsa Iman - Maria dan Elisabet

Sketsa Iman, 21 Desember 2017 Bacaan 1 : Zef 3:14-18 Bacaan Injil : Luk 1: 39 - 45 Ulasan Kitab Suci :  Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.   Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,   lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan    dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku   datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Renungan : Cerita tentang kabar sukacita dan kekuatan iman yang bertumbuh berlanjut lagi hari ini. Kita diajak untuk melihat percakapan pe...

Sketsa Iman - Merenungkan makna kabar gembira kepada Maria

Sketsa Iman, 20 Desember 2018  Bacaan 1 : Yes 7:10-14 Bacaan Injil : Luk 1:26-38 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampa...

Sketsa Iman - Bersama dengan Yesus

Sketsa Iman, 28 Maret 2019 Bacaan 1 : Yes 7:23-28 Bacaan Injil : Luk 11:14-23 11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. 11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." 11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 11:20 Tetapi jika Aku mengusir s...

Sketsa Iman - Membentuk latihan rohani yang baik dengan berdoa

Sketsa Iman - 20 Februari 2023 Bacaan : Sir 1:1-10 | Mrk 9:14-29 Renungan : Doa merupakan sebuah sarana yang sangat efektif dan luar biasa besar kuasanya. Lewat doa, kita bisa bertemu dengan Tuhan dari hati ke hati, dan mengungkapkan hasrat terdalam, keluh kesah kita yang tidak dapat kita sampaikan secara terbuka, dan Tuhan menyimpan semuanya secara rahasia. Doa juga membentuk keakraban dan kedekatan kita dengan Tuhan karena didalamnya, kita tidak hanya berbicara dengan Tuhan tetapi juga sekaligus mendengarkan sapaanNya dalam hidup kita. Doa jugalah yang membentuk iman kita dan membuat kita mampu menghadapi berbagai masalah, termasuk masalah - masalah yang tergolong berat, menakutkan, membebani kita. Hari ini, dalam Injil, para murid Yesus mengalami tantangan berat dalam pelayanan mereka. Mereka terpojokkan oleh pertanyaan - pertanyaan ahli - ahli Taurat, juga mereka menanggung malu dan akhirnya ribut sendiri ketika mereka tidak bisa menyembuhkan seorang anak yang kerasukah roh jahat. ...