Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Membuka Lembaran Hidup Baru


Sketsa Iman - 21 November 2023

Bacaan : 2 Mak 6:18-31 | Luk 19:1-10

Renungan :

Peristiwa perjumpaan Zakheus, pemungut cukai dengan Yesus selalu memberikan penyegaran kepada kita akan besarnya kasih dan kerahiman Allah bagi umat manusia, bahkan yang paling berdosa sekalipun. Orang-orang di zaman itu membenci para pemungut cukai karena mereka dianggap sebagai pengkhianat bangsa, ikut serta dalam memeras bangsa Yahudi bagi bangsa Romawi.

Zakheus bukanlah pemungut cukai biasa, ia adalah kepalanya. Maka dengan aksi  Zakheus, pengaruh pertobatannya juga ikut menyebar ke para pengikutnya dan juga kenalan, relasi-relasinya. Belum lagi, ia berani mengungkapkan pertobatannya dengan sikap yang nyata. Ia menghentikan aksi pemerasan dan memberikan kompensasi,ganti rugi empat kali lipat bagi para korbannya. Belum lagi, ia memberikan setengah kekayaannya kepada orang-orang miskin. Sungguh suatu aksi yang mengagumkan!

Ini semua dimulai dari suatu langkah sederhana, ingin tahu tentang Yesus. Rasa ingin tahu akan Tuhan senantiasa disambut dengan hangat oleh Tuhan. Yesus pun langsung memilih tinggal dirumah Zakheus. Inilah yang menyentuh hatinya dan ketika Yesus masuk, tinggal di rumah Zakheus, disitulah Zakheus membuka lembaran hidup yang baru. 

Kitapun selalu mendapatkan sapaan dari Tuhan yang menunggu di depan pintu hati kita untuk masuk dan tinggal. Yesus juga rindu untuk memperbaharui kita, yang ditebusNya dengan mahal. Jika kita sudah mengenal Yesus, berikutnya adalah mengambil langkah-langkah nyata seperti Zakheus, dalam menyambut dan memelihara hidup baru yang diberikan.

Kita tidak mesti berbagi harta kita, namun kita bisa belajar melepaskan diri dari kelekatan-kelekatan. Kita juga perlu selalu secara rutin melatih kepekaan rohani. Latihan itu terwujud dalam bentuk doa dengan iman dan pengharapan, penuh rasa syukur dan tobat.

Lalu kita juga melakukan aksi-aksi nyata kecil kepada sesama kita. Itu bisa dengan cara mengurangi kebiasan buruk kita, misalnya suka marah, kita mengurangi intensitasnya. Jika kita mudah melihat kelemahan orang lain, mungkin ini saatnya membicarakan kelebihan dan sisi positif orang lain. Mohonkanlah rahmat kepada Tuhan untuk menunjukkan titik-titik mana yang dapat kita perbaiki dan hal-hal apa yang dapat kita perbaharui. 

Doa :

Tuhan, Allah kami yang Maha Pengasih, tinggallah di dalam hati kami. Bentuklah, ubahlah hati, pikiran dan tindakan kami agar mampu memancarkan sukacita, damai dan kebaikan kepada sesama kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Mensyukuri dan Menyadari Talenta dari Tuhan

Sketsa Iman - 22 November 2023 Bacaan : 2 Mak 7: 1. 20-31 | Luk 19 : 11-28 Renungan : Hari ini, kita belajar tentang pentingnya mempergunakan semua talenta, bakat- bakat dan kelebihan yang diberikan Tuhan. Seperti halnya orang-orang yang menerima mina, kitapun menerima anugerah yang bermacam-macam. Walaupun begitu, tidak ada satupun dari kita yang bisa memilih jenis talenta, bakat yang diberikan Tuhan. Banyak diantara kita masih bingung, apa bakat kita, bahkan banyak juga yang masih merasa kurang, lemah dan tidak mampu. Padahal sebenarnya anugerah dari Tuhan sangat luas. Ada banyak sekali anugerah -  anugerah yang kita terima begitu saja sampai-sampai kita tak sadar itu anugerah. Ketika kita masih bisa bangun pagi, bernapas, kita diberikan anugerah kehidupan. Saat kita masih bisa mendapatkan air bersih untuk minum, mandi dan berpakaian rapi setiap hari, itu anugerah. Saat kita bisa melihat matahari, bulan dan bintang, kita masih bisa merasakan perputaran waktu.  Saat kita masi...