Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Menjadi pembawa sukacita sejati

Sketsa Iman - 30 September 2019 

Bacaan 1 : Za 8:1-8
Bacaan Injil : Luk 9:46-50

9:46 Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. 9:47 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, 9:48 dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 9:50 Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

Renungan : 

Kuasa Yesus tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi eksklusif. Yesus membuka pintu bagi siapa saja yang mau menyambutNya seperti seorang anak kecil. Bagi Yesus, pelayanan sejati bukanlah melihat siapa yang paling besar diantara para murid tapi siapa yang perbuatan kasihnya paling besar dan siapa yang hatinya terbuka kepada Yesus paling lebar. Karena itu, bukan suatu kebetulan juga, ada seorang yang bukan pengikut Yesus, mengusir setan demi nama Yesus yang penuh kuasa dan dia diizinkan melakukan itu.

Bila kita melihat Gereja Katolik, Katolik artinya Umum, Universal, terbuka untuk semua. Di dalamnya terdapat ajaran cinta kasih yang disampaikan Yesus dan juga ada berbagai pelajaran - pelajaran iman yang bukan saja konsep tetapi juga mampu dipraktikkan ditengah - tengah masyarakat, mulai dari satuan terkecilnya yaitu keluarga.

Ajakan Yesus ini adalah ajakan untuk mengambil sikap rendah hati, untuk melihat kekecilan diri kita dihadapan Allah yang Mahakuasa dan mengizinkan Yesus untuk masuk, tinggal dan mengubah hati kita sehingga kita semakin serupa dengan Dia. Kita mengajak juga orang - orang lain untuk merasakan kasih itu dan menjadi saksi - saksi nyata bagi sesama yang membutuhkan uluran kasih Tuhan itu.

Sikap orang yang bukan pengikut Kristus itu, menunjukkan bahwa dia membuka hati bagi Yesus sehingga kuasa Yesus juga bekerja atas dirinya. Dia menjadi contoh bagi para murid bahwa siapa saja yang terbuka bisa turut melayani dan menjadi saksi bagi kemuliaan Tuhan. Bagaimana dengan kita ? Apa saja yang bisa kita tunjukkan sebagai saksi - saksi Kristus ?

Kita tidak ditantang oleh Tuhan untuk melakukan perbuatan - perbuatan besar. Cukup saja perbuatan - perbuatan kecil, tapi dilakukan secara terus menerus : berdoa pagi hari saat bangun dan malam hari saat mau tidur, saat seorang ibu mendidik anaknya belajar, saat kita menepuk bahu teman kita dan memberikan semangat saat melihat dia lesu, saat menyapa orang - orang yang sering terlupakan, dan banyak lagi. Marilah kita menjadi seperti anak kecil, yang keberadaannya selalu membawa sukacita bagi setiap orang yang berada didekatnya.

Doa : 

Allah, Bapa yang Mahakuasa, kami berterimakasih karena selalu mendapatkan panggilan untuk berbuat kebaikan bagi sesama. Semoga kami semua membuka hati untuk menjadi agen cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Bertobat seperti orang - orang Niniwe

Sketsa Iman, 13 Maret 2019 Bacaan 1 : Yun 3:1-10 Bacaan Injil : Luk 11:29-32 11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus,dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" Renungan :  Pada perjanjian Lama, Allah me...

Sketsa Iman - Bertumbuh dalam rumah doa

Sketsa Iman - 24 November 2017 Bacaan 1 : 1 Mak 4 : 36 - 37,52 - 59 Bacaan Injil : Luk 19 : 45 - 48  Ulasan Kitab Suci :  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. (Luk 19 : 45 - 48) Renungan : Yesus yang baru saja tiba di Yerusalem, tidak butuh waktu lama untuk masuk ke Bait Allah. Yesus seringkali mengajar di Bait Allah namun kali ini,  Ia mendapati suasana yang tidak semestinya.  Orang-orang berdagang dan bukannya berdoa dan mencari Tuhan! Ia pun segera meluruskan hal itu. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat ...

Sketsa Iman - Mencari peluang untuk melayani di zaman ini

Sketsa Iman - 30 September 2021 Bacaan : Neh 8:1-4a.5-6.7b-12 | Luk 10:1-12 Renungan :  Hari ini, Tuhan Yesus mengutus 70 murid - murid untuk pergi menjelajah ke banyak desa. Tujuan mereka satu, yaitu mewartakan bahwa kerajaan Allah sudah dekat. Sejumlah pesan disampaikan Tuhan juga agar mereka berfokus sepenuhnya pada karya pelayanan mereka masing - masing. Kepada mereka, juga diberikan kuasa - kuasa untuk melakukan mujizat seperti Yesus, diantaranya menyembuhkan yang sakit dan membawa damai dan sukacita.  Kerajaan Allah yang sudah dekat dan diwartakan itu merupakan pesan yang sangat penting. Kondisi yang dialami oleh orang - orang yang telah diperbaharui ini membawa mereka untuk lebih mudah merasakan seperti apa suasana berada dalam lingkup Kerajaan Allah ini. Disini, kita melihat juga bahwa Kerajaan Allah adalah suatu kondisi dimana Allah meraja. Dan ketika Allah meraja, orang - orang menjadi lebih berpengharapan, penuh kedamaian, sukacita dan mampu mengatasi tantangan - ta...

Sketsa Iman - Berani untuk bertobat dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik

  Sketsa Iman - 15 Desember 2020 Bacaan 1 : Zef 3:1-2.9-13 Bacaan Injil : Mat 21:28-32 21:28 "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 21:29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 21:30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 21:32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melih...

Sketsa Iman - Bagaimana melihat Kerajaan Surga yang sudah dekat

Sketsa Iman - 6 Juli 2022de Bacaan : Hos 10:1-3.7-8.12 | Mat 10:1-7 Renungan :  Ketika mendengarkan homili seorang Pastor atau seseorang bahwa "Kerajaan Sorga sudah dekat", yang ada dipikiran banyak orang umumnya adalah Surga yang ada setelah kematian. Artinya, Kerajaan ini belum bisa dirasakan saat ini, dan ini biasanya dikaitkan juga dengan praktik - praktik kebajikan yang buah - buahnya baru didapatkan ketika kita sudah ada di Surga itu.  Namun sebenarnya, jika kita merenungkan lebih dalam, Yesus tidak mengatakan bahwa hal ini hanya terjadi setelah kita meninggal. Malahan, seiring dengan pesan itu, Yesus mengajak para rasul-Nya agar mengusir roh - roh jahat, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan  dan mengabarkan "kabar baik / Injil" kepada domba-dombaNya, yaitu umat Israel. Dan ini artinya, kita bisa mencicipi hal - hal ini sejak dari dunia ini.  Pengusiran roh - roh jahat tidak harus dikaitkan dengan eksorsime atau kasus - kasus kerasukan saja. Berbagai peng...