Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Yang penting kita sadari saat berdoa


Sketsa Iman - 10 Maret 2022

Bacaan : T.Es 4:10a.10c-12.17-19  | Mat 7:7-12

Renungan : 

Tuhan terlibat di dalam hidup kita dalam banyak cara, baik yang dapat kita sadari dengan mudah maupun yang lebih sulit. Kita didorong dalam iman untuk percaya kepada Tuhan, dan berani mencari dan meminta pertolongan, bimbingan untuk hidup kita. Doa kepada Tuhan memampukan kita untuk terus menerus memelihara pengharapan bahwa kita sudah berada di tangan yang tepat. 

Seringkali, kita malah mengalami dilema dalam menanti jawaban doa - doa kita. Banyak orang membagikan kesaksiannya, bahwa doa mereka terjawab. Namun, kita mengalami doa kita tidak dijawab Tuhan atau butuh waktu sangat lama untuk menanti jawaban itu. Orang - orang yang mengalami badai kehidupan yang berat : kehilangan pekerjaan, orang yang dikasihi, menderita kerugian baik materi maupun emosional akan sulit melangkah dalam pengharapan itu. 

Saat ini, kita tidak hanya ditarik untuk sekedar menikmati keindahan sabda Tuhan : "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. "  

Yang pertama, yang penting kita sadari adalah Allah Mahakuasa. Dan Allah memberikan kepada kita kekuatan iman untuk memandang kuasa tersebut dan untuk percaya bahwa kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dan yang sesuai dengan kehendak Allah. Nah, yang kita perlukan banyak, tetapi ada satu lagi yang tidak boleh dilewatkan, yaitu yang sesuai kehendak Tuhan. 

Yang kedua, adalah Tuhan selalu mau memberikan rancangan terbaik kepada kita. Tentang ini, marilah kita selalu mengingat dan menyadari bahwa Tuhan selalu menjawab doa - doa kita dengan cara yang terbaik. Karena Tuhan memberikan yang terbaik kepada kita, tak jarang Ia harus menolak metode atau keinginan kita, dan bahkan Ia memberikan waktu cukup lama supaya kita lebih siap atau bahkan keadaan menjadi lebih baik. 

Sebagai contoh, kita bisa melihat bagaimana St Monika berdoa selama puluhan tahun bagi St Agustinus putranya agar diselamatkan dan bertobat. Saat kita mendengar bahwa St Monika berdoa 20 tahun, agaknya kita langsung merasa lelah. Namun dalam rangkaian doa itu, St Agustinus bertobat, kembali ke jalan yang benar, menjadi seorang imam yang cinta akan Tuhan , lalu menjadi uskup dan akhirnya seorang kudus. 

Karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik, kita mesti membuka mata hati kita dan juga telinga kita akan apa yang dikehendaki Tuhan. Salah satu permohonan terbaik yang dapat kita panjatkan setiap hari adalah kehadiran dan karya Roh Kudus yang nyata dalam hidup kita. Sebagai umat Katolik, biasanya kehadiran Roh Kudus hanya "berhenti" saja saat kita menerima Krisma dan mengerti bahwa Ia dicurahkan dalam Pentakosta namun hanya sampai disitu saja. 

Roh Kudus mampu memberikan kepada kita banyak sekali pembaharuan hidup. Ia mengingatkan kita akan kasih Allah, menginsafkan kita dari dosa dan menuntun kita untuk hidup kudus dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap aktifitas kita. Ia juga akan menuntun kita dalam doa - doa, iman dan pengharapan kita. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang Mahakuasa. Engkau sungguh sangat baik dan tak terselami dalam hidup kami. Hari ini kami boleh dikuatkan kembali untuk menyadari bahwa Engkau selalu memberikan yang terbaik kepada kami. Kuatkanlah iman kami, dan bimbinglah kami agar mampu mengandalkan, melihat karya Roh Kudus yang nayta dalam hidup kami. Kami serahkan seluruh rencana kerja kami, hidup kami hari ini, kedalam penyelenggaraanMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Mengikuti tuntunan Tuhan

Sketsa Iman - 2 September 2021 Bacaan : Kol 1:9-14 | Luk 5 : 1-11 Renungan :  Hari ini Yesus melakukan karya pelayanan di dekat danau Genesaret. Ia meminjam perahu milik Simon, salah satu nelayan yang baru saja berjuang mencari ikan sepanjang malam. Sayangnya, Simon tidak mendapatkan ikan malam itu, namun karena perahunya dipakai oleh Yesus untuk berkotbah, ia juga menjadi salah satu pendengarnya.  Simon mendengarkan semua hal yang disampaikan oleh Yesus  dan ini menjadi kesempatan untuk juga melihat secara langsung, dari dekat pribadi seperti apakah Yesus itu. Kita semua mengetahui kalau Yesus senantiasa mengajar dengan penuh kuasa dan banyak melakukan mujizat dalam pelayananNya. Maka, Yesus juga mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kepada Simon secara langsung, kuasa kehadiran Tuhan dalam hidupnya.  Simon adalah seorang nelayan, tentu tahu kapan waktu dan tempat untuk mencari ikan. Disisinya, ada Yesus yang semula hanya dianggap sebagai "guru keliling", "seor...

Sketsa Iman - Tuhan memberikan pengampunan total kepada kita yang mau bertobat

Sketsa Iman - 17 September 2020 Bacaan 1 : 1 Kor 15 : 1 - 11 Bacaan Injil : Luk 7:36-50 7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadam...

Sketsa Iman - Mari merendahkan diri seperti Kristus

Sketsa Iman, 5 November 2018 Bacaan 1 : Flp 2:1-4 Bacaan Injil : Luk 14:12-14 Bacaan Kitab Suci :  2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Renungan :  Dalam Kristus ada nasihat : yaitu segala pengajaranNya dalam berbagai rupa, terutama dalam berbagai perumpamaan-perumpamaan yang indah. Dalam Kristus ada penghiburan kasih : yang nyata dalam semua peristiwa penyembuhan orang-orang sakit dan pengusiran roh-roh jahat. Dalam Kristus juga ada persekutuan Roh : dimana ki...

Sketsa Iman - Langkah - langkah nyata mengenal Kristus

Sketsa Iman - 24 April 2019 Bacaan 1 : Kis. 3:1-10 Bacaan Injil : Luk. 24:13-35 24:13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 24:14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yes...

Sketsa Iman - Memelihara Iman sebagai anugerah yang sangat indah dari Allah

Sketsa Iman - 2 Desember 2022  Bacaan : Yes 29:17-24 | Mat 9:27-31  Renungan :  Hari ini, Injil mengisahkan tentang mujizat penyembuhan yang dilakukan Yesus bagi dua orang buta. Mereka bersama - sama membuntuti Yesus, lalu tanpa khawatir berani meminta penyembuhan. Mereka juga menyebut Yesus sebagai anak Daud. Yesus juga melihat iman mereka yang hidup dan menyembuhkan mereka seturut iman mereka.  Perlu kita garis bawahi disini, bahwa penyembuhan - penyembuhan Yesus cukup banyak melibatkan kekuatan iman. Kedua orang buta ini baru saja mendemonstrasikan kekuatan iman sejati, bahwa mereka percaya walaupun mereka belum melihat, dan tahu bahwa mereka pasti disembuhkan walaupun belum merasakan langsung saat Yesus menjawab mereka.  Hingga saat ini, iman tetap menjadi bahan dasar kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam segala situasi, kita mesti menggunakan perisai iman yang menimbulkan harapan bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan - pertolongan terbaik kepada...