Langsung ke konten utama

Postingan

Sketsa Iman- Menyadari kehadiran Sang Penghibur

  Sketsa Iman - 15 May 2023 Bacaan I : Kis 16:11-15 Bacaan Injil : Yoh 15:26-16:4a Renungan :  Tuhan Yesus mengungkapkan kepada murid-muridNya apa yang akan terjadi setelah kenaikanNya ke Surga. Yesus menjanjikan sang Penghibur dan menyatakan bahwa sang Pengibur berasal dari Bapa dan Ia adalah Roh Kebenaran yang bersaksi tentang Yesus. Roh Kebenaran atau Penghibur ini tak lain adalah Allah Roh Kudus, yang akan menuntun, mendampingi para murid dan semua orang percaya dalam menghadapi tantangan kehidupan ke depannya.  Baru setelah mengungkapkan kehadiran itu, Yesus juga menyampaikan akan datangnya waktu penganiayaan dan saat-saat sulit yang dialami oleh para muridNya. Mereka akan dikejar, dikucilkan dan bahkan bisa mati dengan pemikiran bahwa itu dilakukan juga untuk Tuhan. Padahal sebenarnya orang-orang ini yang mengejar para murid tidak mengenal Allah dengan baik.  Orang-orang Kristiani, umat Gereja perdana memang mengalami begitu banyak suka duka dalam pelayanan mer...

Sketsa Iman - Kamis Putih

KAMIS PUTIH Kamis Putih merupakan hari pertama dari rangkaian Trihari Suci Paskah yang diperingati oleh Gereja setiap tahun. Pada hari ini, kita mengenangkan sekaligus menjalani sekali lagi perjamuan Malam Terakhir yang dilakukan oleh Yesus dengan ke dua belas muridNya. Inti pokoknya adalah penyerahan Tubuh dan Darah Yesus kepada Bapa di Surga, dalam rupa anggur dan roti. Selanjutnya Tubuh dan Darah Kristus yang telah ditransubstansikan ke dalam wujud roti dan anggur itu diberikan kepada para murid.  Selain itu ada beberapa hal yang juga kita lakukan dalam Liturgi Kamis Putih ini, antara lain :  Prosesi pembasuhan kaki oleh Imam.  Dalam amanatNya, dan juga yang dibacakan dalam bacaan Injil, Yesus membasuh kaki para murid.  Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Gu...

Sketsa Iman - Membangun citra diri positif untuk dapat mencintai Allah dan sesama

Sketsa Iman - 17 Maret 2023  Bacaan I : Hos 14:2-10 Mzm Tanggapan : Mzm 81:6c.-8a.8bc-9.10-11ab.14.17 Bacaan Injil : Mrk 12:28b - 34

Sketsa Iman - Mengikis pencitraan dalam kepemimpinan

Sketsa Iman - 7 Maret 2023 Bacaan I : Yes 1:10.16-20 Mzm Tanggapan : Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23 Bacaan Injil : Mat 23:1-12 Renungan :  Bacaan Injil hari ini mau mengajak kita untuk merenungkan tentang kualitas dan integritas dari seorang pemimpin dimata Yesus.  Karakter pemimpin yang sejati adalah seorang yang brersikap rendah hati, tidak merasa dirinya lebih baik dari semua yang lain dan juga mau menjadi teladan dalam sikap, tutur kata dan aksi-aksinya.  Bagaimanapun juga, contoh pemimpin paling sejati dan ideal yang dapat kita lihat ada pada sosok Yesus Kristus, sang Mesias. Sebagai peimpin sejati, Yesus tidak hanya mengajarkan saja pokok-pokok iman yang penting, tetapi juga melakukan sesuatu. Ia melakukan apa yang Ia ajarkan : mengampuni senantiasa, memberkati orang-orang yang mempersembahkan diri kepada Tuhan, mengobati mereka yang sakit, membangkitkan orang mati, menganjurkan dan mendorong orang-orang berbuat baik dan juga Yesus tidak pernah bersikap sombong ketika ber...

Sketsa Iman - Belajar menjadi pribadi yang menyenangkan

Sketsa Iman - 6 Maret 2023  Bacaan I : Dan 9:4b-10  Mzm Tanggapan : Mzm 79:8.9.11.13 Bacaan Injil : Luk 6:36-38 Renungan :  Bacaan hari ini mau menghangatkan hati kita dan menambah semangat kita akan pentingnya berbuat baik kepada sesama. Allah kita adalah sosok Bapa yang sangat menyayangi anak-anakNya. Kita tidak dibatasi oleh waktu dan tempat untuk datang kepadaNya. Tanpa diminta pun, Allah tetap memberikan kepada kita berkat-berkat yang kita butuhkan setiap hari. Kita dikaruniai dengan berbagai kelebihan, situasi-situasi yang baik, orang - orang yang mengasihi kita dan juga rejeki dan berbagai kesemaptan yang baik.  Kitapun diajak untuk tidak mudah menghakimi orang lain. Pada dasarnya hakim memerlukan alat-alat bukti, dan keterangan-keterangan saksi yang jika dikombinasikan, akan menghasilkan suatu pemahaman yang lebih jernih tentang apa yang dipermasalahkan. Sebagai manusia, kita punya banyak kekurangan. Kita belajar terus menerus, dan karenanya pengetahuan kita,...

Sketsa Iman - Tanda Yunus

Sketsa Iman - 1 Maret 2023 Bacaan I : Yun 3:1-10 Mzm Tanggapan : Mzm 51:3-4.12-13.18-19 Bacaan Injil : Luk 11:29-32  Renungan :  Suatu ketika, Allah mengutus nabi Yunus ke kota Niniwe untuk memberikan peringatan agar penduduk kota itu segera bertobat dari kesalahan mereka. Persyaratannya adalah berpuasa selama 40 hari sebagai tanda dan bukti pertobatan mereka. Penduduk itu melakukannya dengan baik, mengenakan kain kabung dan menahan diri dengan berpuasa.  Ketika dikerumuni oleh orang banyak, Yesus mengambil kesempatan untuk mengingatkan kepada para pendengarNya bahwa mereka semua memilik banyak kekurangan, kelemahan dan dosa-dosa. Yesus mau mereka semua diselamatkan, bukan dbinasakan. Karena itu, tanda Yunus yang disampaikanNya bukan dimaksudkan sebagai akhir dari segalanya tetapi sebagai permulaan hidup yang baru.  Kemudian, Yesus menyatakan juga bahwa Ia lebih besar dari Yunus. Yesus adalah Mesias, Putera Allah yang hidup, yang datang ke dunia untuk menghapuskan do...

Sketsa Iman - Menyelami kuasa dan keindahan doa Bapa Kami

Sketsa Iman - 28 Februari 2023 Bacaan 1 : Yes 55:10-11 Mzm Tanggapan : Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19 Bacaan Injil : Mat 6:7-15 Renungan : Kita semua patut bersyukur karena mendapatkan format doa yang sangat indah dan penuh kuasa yang langsung diajarkan oleh Yesus kepada kita. Mari kita lihat bersama-sama kembali dan semoga dapat merenungkan bagian-bagiannya yang dapat menambah kekaguman kita akan kuasa dan doa ini. Bapa kami yang di Sorga, dikuduskanlah namaMu. Suatu sapaan yang sangat berbobot dan indah, kita menyebut sang Pencipta dengan panggilan yang sangat akrab, yaitu Bapa. Kita mulai dengan pujian, syukur dan penghormatan yang besar akan Allah yang hadir bagi kita. Dengan melihat Allah sebagai orang tua kita, Allahpun melihat kita sebagai anak-anak kesayanganNya.  Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu diatas bumi seperti di Sorga. Segala sesuatu tentang Kerajaan Sorga berhubungan erat dengan semua hal yang indah dan baik. Kita mengharapkan, mendambakan berada dalam Kerajaan...