Langsung ke konten utama

Sketsa Iman - Belajar menjadi pribadi yang menyenangkan


Sketsa Iman - 6 Maret 2023 

Bacaan I : Dan 9:4b-10 

Mzm Tanggapan : Mzm 79:8.9.11.13

Bacaan Injil : Luk 6:36-38

Renungan : 

Bacaan hari ini mau menghangatkan hati kita dan menambah semangat kita akan pentingnya berbuat baik kepada sesama. Allah kita adalah sosok Bapa yang sangat menyayangi anak-anakNya. Kita tidak dibatasi oleh waktu dan tempat untuk datang kepadaNya. Tanpa diminta pun, Allah tetap memberikan kepada kita berkat-berkat yang kita butuhkan setiap hari. Kita dikaruniai dengan berbagai kelebihan, situasi-situasi yang baik, orang - orang yang mengasihi kita dan juga rejeki dan berbagai kesemaptan yang baik. 

Kitapun diajak untuk tidak mudah menghakimi orang lain. Pada dasarnya hakim memerlukan alat-alat bukti, dan keterangan-keterangan saksi yang jika dikombinasikan, akan menghasilkan suatu pemahaman yang lebih jernih tentang apa yang dipermasalahkan. Sebagai manusia, kita punya banyak kekurangan. Kita belajar terus menerus, dan karenanya pengetahuan kita, ketelitian kita, pemahaman kita, pandangan kita berbeda satu sama lain. 

Karena itu, sungguh tidak bijak jika kita dengan mudah menghakimi seseorang hanya berdasarkan sudut pandang kita saja. Kita tidak melihat keseluruhan kebenaran, hanya sebagiannya saja. Begitu pula dengan penghukuman, yang sebenarnya memiliki keterkaitan dengan ingin membalas seseorang yang telah berbuat salah atau tidak menyenangkan. Mungkin yang dicari adalah kepuasan untuk menghukum seseorang, tapi sebenarnya ini jauh dari perbuatan kasih. Kita justru diajak, dipanggil untuk mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita. 

Coba kita ingat-ingat, ada kelompok orang-orang yang mudah mengasihi, rajin menyapa sesamanya, dan peduli satu sama lain kepada orang lain. Mereka ini adalah orang-orang yang selalu dinanti-nanti kehadirannya karena bisa mencerahkan suasana dan menceriakan hari-hari banyak orang. 

Dilain pihak, ada juga kelompok orang-orang yang suka menggerutu, suka mengeluh, pembawaannya emosional, mudah marah, sensitif dan sulit ditegur. Orang-orang ini seringkali dianggap menyusahkan hidup orang lain dan akhirnya dijauhi oleh banyak orang. 

Kitapun bisa mengambil kesempatan ini untuk bercermin dan melihat berbagai sikap, tindakan kita. Apakah kita termasuk orang yang keras, kaku dan sulit atau justru menjadi orang yang hangat, ingin membantu orang lain dan ramah ? Mari datang kepada Tuhan dan meminta pertolongan agar kita diubah, dibentuk menjadi pribadi -pribadi yang sesuai dengan kehendakNya. 

Doa : 

Allah, Bapa kami yang penuh kerahiman dan cinta, ubahlah hati , pikiran dan tindakan kami agar mampu menghangatkan suasana dan juga menjadi orang-orang yang bisa mendatangkan kebaikan - kebaikan di keseharian kami. Ampunilah juga kesalahan dan kelemahan kami, seperti halnya kami juga mau memaafkan dan memberikan kesempatan kepada mereka yang bersalah dan memiliki banyak kekurangan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sketsa Iman - Lepaskan dengki dan dendam

Sketsa Iman, 8 Februari 2019 Bacaan 1 : Ibr 13:1-8 Bacaan Injil : Mrk 6:14-29 6:14  Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."  6:15  Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia! " Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi  sama seperti nabi-nabi yang dahulu. "  6:16  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara  berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.  6:18  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  6:19  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaks...

Kita dibenarkan karena Iman

Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah  telah dinyatakan, seperti yang disaksikan  dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah  karena iman dalam Yesus Kristus  bagi semua orang yang percaya.  Sebab tidak ada perbedaan.  Karena semua orang telah berbuat dosa  dan telah kehilangan kemuliaan Allah,  dan oleh kasih karunia  telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan  dalam Kristus Yesus.  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian  karena iman, dalam darah-Nya  Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan  dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.  Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.  Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah?  Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasa...

Sketsa Iman - Sekali lagi tentang Iman dan kepercayaan

Sketsa Iman, 6 Februari 2019  Bacaan 1 : Ibr. 12: 4-7,11-15 Bacaan Injil : Mrk 6 : 1 - 6 6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6:6 Ia m...

Kewaspadaan

Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang - orang yang  menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengtok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba - hamba yang didapati tuannya berjaga - jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. (Luk 12 : 35 - 38) Bacaan 1 : Rm 5:12,15b,17-19,20b - 21 Bacaan 2 : Luk 12 : 35 - 38 Selasa, 24 Oktober 2017 - Kewaspadaan Hari ini, Yesus berbicara mengenai suatu sikap kewaspadaan. Penggambarannya adalah tentang seorang hamba yang bersiap - siap menunggu kedatangan kembali tuan rumahnya dari pesta pernikahan. Mereka tentu harus siap sedia untuk peka mendengarkan suara orang datang, lalu melangkah dan membukakan pintu, dan menyiapkan berbagai hal yang diperlukan dengan pelayanan yang ok punya. Di bagian yang pertam...

Sketsa Nurani - Kado Berlapis dan Rasa Syukur Tiada Henti

Saya flashback kembali ke rekoleksi pertama saya di Malino, dekat kota Makassar. Ketika itu, saya masih SMP dan rohani saya bertumbuh paling pesat karena di sinilah saya mendapatkan pelajaran - pelajaran paling berharga dalam hidup saya. Salah satu sesi yang paling berkesan, adalah sesi tentang "Kado Dari Tuhan".  Saya mau membagikan inti sari dari sesi ini dan apa yang saya dapatkan darinya, dan saya berharap semoga ini dapat membawa anda kepada suatu sikap rasa syukur tanpa putus dan henti di segala waktu anda.  Kapankah hari ulang tahun anda? Kapankah anda terakhir kali menerima Kado dan kejutan - kejutan indah dari sahabat dan orang - orang terdekat anda? Bagaimana rasanya? Pasti sangat berkesan. Tahukah anda, bagi Tuhan... setiap hari itu bagaikan ulang tahun anda! Karena itu, setiap hari ada kado - kado dari Tuhan. Ya, ada lebih dari satu kado di sana, dan Tuhan mengharapkan anda membuka semuanya. Ketika membukanya, harus fokus dan benar - benar teliti, jangan ...